Home / Denny Siregar / Ada Yang Ingin Benturkan TNI-POLRI ?
TNI POLRI

Ada Yang Ingin Benturkan TNI-POLRI ?

Semakin terungkap siapa-siapa dalang dalam kegiatan makar 22 Mei, membuat situasi menjadi lebih hati-hati..

Banyak teman yang menyayangkan kenapa polisi tidak berani mengungkap siapa saja yang lebih tinggi dari seorang Kivlan Zen, yang memerintahkan pembunuhan 4 tokoh nasional. Padahal penyelidikan begini, harus ekstra hati-hati..

Kasus makar atau percobaan kudeta, bukan perkara kriminal biasa. Mereka biasanya melibatkan “orang-orang berpengaruh” yang tentu akan membawa kasus ini ke ranah politik. Dan ini sangat berbahaya..

Lihat saja, baru dua orang purnawirawan TNI yang ditangkap karena terduga makar, sudah ada gerakan politik untuk membenturkan dua alat negara, yaitu TNI dan Polri. Seolah-olah ada perseteruan kedua institusi itu, padahal yang ditangkap adalah oknum purnawirawan TNI.

Situasi dipanaskan oleh lebih dari 100 orang purnawirawan TNI dan Polri, yang mempersoalkan kecurangan Pemilu 2019. Bahkan ketika Soenarko dan Kivlan Zen ditangkap, beberapa purnawirawan TNI segera membela mereka menyesalkan penangkapan itu.

Dan penyesalan ini tentu diarahkan ke Polri karena institusi ini yang berwenang menyelidiki kejadian makar.

Bahkan bulan Mei lalu, Danjen Kopassus Mayjen TNI Nyoman Cantiasa, memerintahkan pasukannya untuk tidak bertindak diluar garis komando, karena nama Kopassus terbawa pasca ditangkapnya mantan Danjen Kopassus karena pemilikan senjata api ilegal.

Apalagi dengan munculnya nama “Tim Mawar” dalam pusaran yang notabene beberapa adalah mantan anggota Kopassus.

Dan baru saja beredar hoaks lewat media sosial, bahwa Wakadensus 88 memerintahkan penangkapan anggota TNI aktif. Hoaks ini lagsung diklarifikasi oleh Polri.

Jadi tidak mudah memang untuk mengungkapkan siapa dalang diatas Kivlan Zen yang sudah menjadi tersangka itu, karena sang dalang tentu tidak ingin hancur sendirian. Bisa-bisa dia memainkan politik bumi hangus, kemudian “merampok rumah tetangganya yang terbakar..” ehm.

Meski polisi sudah mengantongi nama-nama yang terlibat, harus juga ekstra hati-hati untuk mengumumkannya supaya resiko minimal. Jangan sampai digoreng habis bahwa terjadi “perang” TNI dan Polri.

Tentu Polri tidak bekerja sendirian dalam mengungkap kasus makar ini. Mereka bekerjasama dengan TNI supaya kasus ini tuntas.

Tindakan makar memang harus dihajar sampe ke akar. Karena ini preseden buruk yang bisa menjadi contoh kejadian yang lebih besar ke depan, jika tidak ditangani dengan tepat dan keras. Jangan sampai pemerintah dianggap lemah, sehingga kejadian yang sama akan terulang..

Ketika para purnawirawan TNI ramai-ramai mempermasalahkan penangkapan rekan mereka karena dituduh makar, jujur saya menunggu counter dari para purnawirawan juga untuk mendorong Polri dan TNI supaya mengungkap kasus makar ini dan tidak segan-segan untuk menangkap mereka yang terlibat meskipun dia pernah berada di kesatuan..

Karena sangat berbahaya manuver pembelaan terhadap tersangka makar yang pada ujungnya ingin menyeret institusi TNI secara keseluruhan..

Yang bisa membela marwah TNI, adalah TNI sendiri, bukan orang lain. Saya rasa, itulah sejatinya penjabaran dari jiwa korsa, menyelamatkan marwah TNI, jangan sampai diseret oleh mereka yang punya kepentingan politik praktis. Bukan pembelaan membabi buta hanya karena satu dua orang ditangkap karena berniat jahat..

Salam secangkir kopi..

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

sekolah favorit

Ribut-Ribut Sekolah Favorit

Temanku ribut terus beberapa hari ini.. Ini karena anaknya yang baru lulus sekolah, harus rela …