Home / Muhammad Zazuli / Perbedaan Agama Politis dan Agama Apolitis
Agama Politis

Perbedaan Agama Politis dan Agama Apolitis

Agama-agama Abrahamic dari Timur Tengah (Yahudi, Kristen, Islam) bersifat politis dan seringkali menganggap perjuangan politik sebagai bagian dari perjuangan agama. Agama Yahudi dan Islam hingga hari ini masih bersikap demikian.

Keduanya memiliki ambisi untuk “menguasai dunia”. Sebagian kelompok Islam ingin mendirikan Kekhalifahan Islam Dunia sedang sebagian kelompok Yahudi ingin mendirikan Negara Israel Raya yang unggul dan berkuasa di atas bangsa-bangsa yang lain.

Agama Kristen sudah agak mendingan meski di abad pertengahan dan abad penjajahan juga sangat bersifat politis (Jaman Renaissance, Revolusi Ilmu Pengetahuan dan Reformasi Protestan di Eropa jelas memiliki andil dalam hal ini.) Meski orang Barat yang Kristen hingga kini juga ingin “menguasai dunia” tapi seringkali itu bukanlah berdasar motif agama lagi sebagaimana di jaman dulu melainkan sekedar ambisi politis dan ekonomis saja.

Berbeda dengan agama-agama Timur seperti Hindu, Buddha, Tao, Kejawen, Bahai dll yang cenderung bersifat apolitis (tidak berpolitik) bahkan cenderung menganggap bahwa politik sebagai bagian dari ego dan nafsu duniawi yang bisa mencemari kesadaran dan kesucian jiwa.

Para pemuka agama mereka tidak terjun / turut campur dan tidak berbicara mengenai urusan politik bahkan cenderung menganggap politik sebagai “pantangan”. Meski demikian politik masih diperbolehkan untuk orang-orang awam atau orang-orang duniawi (bukan pemuka dan penekun agama).

Perdebatan mengenai mana yang benar dan salah mengenai kedua pandangan yang berbeda ini tentu tidak akan ada habisnya. Semuanya tentunya berpulang kepada diri kita masing-masing.

Terserah apakah Anda menganut pandangan “Tuhan yang berpolitik” ataukah “Tuhan yang apolitis” yang penting adalah jangan sampai pandangan kita itu merugikan hak dan kebebasan orang lain yang berbeda dengan kita sehingga semua bisa hidup rukun, damai dan bahagia.

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.