Home / Politik / AHY Rising Star Politikus Indonesia
AHY Rising Star

AHY Rising Star Politikus Indonesia

AHY Rising Star. AHY udah masuk dalam daftar calon Cawapres pilihan PDIP selain Puan, Ketua umum PPP dan PKB. Kita tunggu pengummannya sapa yang akan jadi cawapres. Namun saya tertarik mengulas tentang AHY secara pribadi. Sahabat saya mengenal AHY. Dia mengatakan bahwa secara pribadi AHY itu terpelajar dalam bersikap. Dia pendengar yang baik dan tentu rendah hati. Teman saya pernah bertanya hal hal yang sangat komplek berkaitan dengan geostrategis dan ekonomi kepada AHY. Yang memuat teman saya terkejut adalah sudut pandang AHY sangat rasional dan taktis. Seakan perpaduan cara berpikir miiter dan cendekiawan yang negarawan. Hampir sulit dipercaya bagaimana dalam usia relatif muda dia sangat paham sekali masalah negara yang komplek ini dan menyikapi dengan cara terukur tanpa ada sedikitpun dia ragu akan itu.

Agus Alumni Akademi Militer Magelang. Ia meraih penghargaan Tri Sakti Wiratama—pada tingkat I dan II membuat Agus terpilih menjadi Komandan Resimen Korps Taruna Akademi Militer pada tahun 1999. Agus lulus AKMIL dengan predikat terbaik dan meraih penghargaan pedang Tri Sakti Wiratama dan Adhi Makayasa pada Desember 2000. jadi sudah cemerlang sebelum ayahnya jadi Presiden. Agus mendapatkan gelar Master of Science in Strategic Studies dari Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University. Universitas paling bergengsi di Singapore. Kesediaannya mundur sebagai Permira menengah Militer semata mata panggilan jiwa untuk ambil bagian dalam proses nya menjadi pemimpin DKI. Walau karena itu dia gagal, kita dapat meliat kebesaran jiwanya untuk menerima kekalahan dengan bijak.

Mengingat siapapun yang jadi wapres di periode ke dua Jokowi akan berpeluang besar jadi presiden setelah jokowi. Nampaknya Megawati melihat kedepan ini setelah periode kedua Jokowi, kader muda harus tampil untuk memimpin negeri ini. Seandainya AHY terpilih sebagai Cawapres dan akhirnya berhasil memenangkan pemilu bersama Jokowi, maka sebaiknya tugas AHY lebih focus kepada pengelolaan dana desa, dan pembangunan desa tertinggial serta daerah pulau terluar. Artinya AHY harus siap keliling Indonesia mengawasi program strategis kesejahteraan rakyat dan keadilan pembangunan ekonomi bagi wiayah lain. Dalam tugas ini, akan lebih mematangkan AHY untuk memegang tongkat estapet kepemipinan setelah Jokowi. Untuk tugas ini , AHY sangat mumpuni dengan latar belakangnya sebagai militer. Apalagi AHY dapat memenangkan pemilihan Ketua Umum Partai demokrat sebelum mencalonkan diri sebagai Capres paska Jokowi.

Sementara Jokowi lebih focus kepada hal yang strategis meningkatkan ekonomi domestik agar ekonomi dapat tumbuh bukan hanya karena produksi tetapi karena konsumsi real dalam negeri. Dengan demikian terjadi kemitraan yang saling mendukung. Tetapi bagaimanapun andaikan AHY tidak terpilih sebagai Cawapres, maka seorang AHY tidak bisa diabaikan sebagai asset nasional. Jokowi seyogianya menempatkan dia sebagai menteri yang mengurus kesejahteraan rakyat. Ya kita kekurangan stok pemimpin nasional. Tanpa ada kemauan yang tua memberikan kesempatan kepada yang berpotensi tampil, maka negeri ini akan sulit melahirkan pemimpin.

Belajar dari sikap SBY yang mengawal Pemilu 2014 dengan begitu baiknya sehingga kita dapatkan seorang Jokowi…Siapapun yang tampil sebagai pemimpin adalah takdir kita maka berdoa saja agar kita dapatkan yang terbaik, siapapun itu. (Bandaro EJ)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa. Hal yang sulit dipahami adalah tidak pernah kubu oposisi memberikan …