Home / Politik / Alasan Mengapa Jokowi Dibenci
Jokowi Dibenci

Alasan Mengapa Jokowi Dibenci

Alasan mengapa Jokowi Dibenci. Menjelang Pemilu 2019 ini memang statemen elite politik yang oposan terhadap Jokowi berargumen hal yang buruk terhadap Jokowi. Dan setelah itu di sosial media, statement itu berubah menjadi kayu bakar untuk membenci Jokowi. Kadang tidak lagi bisa membedakan mana Jokowi sebagai pribadi dan mana Jokowi sebagai Presiden.

Saya sempat tanya kepada teman yang punya koneksi dengan elite politik oposan Jokowi. Menurutnya semua itu bukan lagi murni karena alasan politik untuk indonesia yang lebih baik. Tetapi udah mengarah kepada urusan pribadi. Mungkin saja ada deal yang dibuat oleh elite politik tersebut kepada Jokowi sebelum Pipres namun setelah Jokowi terpilih, deal itu diabaikan begitu saja.

Politik tidak selalu hitam putih tetapi selalu abu abu. Tidak ada teman sejati yang ada adalah teman kepentingan, dan sifatnya transaksional. Memang ketika seseorang terpilih sebagai pemimpin entah itu presiden, bupati, gubernur, walikota, maka dia tidak lagi mewakili sepenuhnya kehendak pemilihnya. Mengapa ? karena dia tidak lagi milik satu golongan tetapi milik semua orang , semua golongan. Apapun deal politik ketika kampanye hanyalah menjadi deal politik yang tidak mengikat apapun. Memang secara moral menjadi taruhan tetapi kadang demi kepentingan yang lebih luas atas dasar UU dan Hukum, pemimpin terpilih terpaksa mengabaikan soal komitmen moral itu. Apalagi komitmen itu lebih bersifat transaksional. Itulah makanya politisi itu harus bermental negarawan dengan melihat kenyataan dimana kepentingan nasional adalah segala galanya.

Dengan adanya sosial media, cara kampanye pembunuhan karakter terhadap calon pemimpin sudah menjadi cara efektif untuk menjaring pemilih yang berpotensi. Bahkan kesan menakuti nakuti pemilih akan masa depan yang suram karena hutang, karena ketimpangan GINI, dan lain sebagainya digunakan agar orang lemah terperangkap menjadi pembenci calon pemimpin. Ditengah lautan argumen soal pro dan kontra di Social media , terasa tanpa disadari kita terbelah bukan karena soal bagaimana yang lebih baik untuk negeri ini tetapi soal si A jelek dan si B bagus. Padahal siapapun jadi presiden, dia tetap akan patuh kepada UU dan Hukum yang ada dan bekerja untuk semua golongan.

Dimanapun negara tidak menjamin semua orang pasti makmur namun setiap negara memastikan pemerintah hadir disetiap sektor agar keadilan ekonomi terjadi bagi siapa saja yang mau kreatif memanfaatkan sumber daya yang ada dan mau bekerja keras sebagai jalan mendapatkan kemakmuran. Jadi tidak ada istilah negara membagikan kemakmuran begitu saja tanpa proses sebab akibat yang rasional. Keadilan sosial bukanlah keadilan sama rasa sama rata tetapi keadilan proposional. Orang dinilai karena effortnya bukan karena perasaannya. (Bandaro EJ)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa. Hal yang sulit dipahami adalah tidak pernah kubu oposisi memberikan …