Home / Internasional / Belajar Geopolitik untuk Para Kader PKS
Belajar Geopolitik untuk Para Kader PKS

Belajar Geopolitik untuk Para Kader PKS

BELAJAR GEOPOLITIK UNTUK PARA KADER PKS. Di saat para muslim dalam negeri disilaukan dengan adegan ‘ngambek-ngambekan’ saling usir Diplomat antara Turki dan Israel, Iran dan Suriah sudah saling balas serangan militer melawan Israel. Garda Revolusi Iran pada Kamis 10 Mei dinihari menembakkan 55 misil ke posisi militer Israel di dataran tinggi Golan yang dikuasai Israel sejak 1967. Israel membalas dengan mengebom 35 titik di Suriah di antaranya Tel Gharba, Tel Maqdad, Tel Kleb dan Tel Nabi Yusha yang diduga merupakan instalasi militer bersama Iran dan Suriah.

CNBC Internasional minggu lalu memberitakan bahwa ini adalah aksi militer terbesar Israel di Suriah sejak Perang Yom Kippur 1973 (45 tahun lalu).

Lalu apa yang terjadi?

Sejak 2013, Israel telah meluncurkan lebih dari 100 serangan udara terhadap Suriah. Israel juga merupakan sponsor para pemberontak Suriah yang bermarkas di Golan (Al Jazeera dan media-media Israel sendiri memberitakan Israel merawat teroris Jabhat Nushrah dan FSA yang terluka). Para analis telah meramalkan eskalasi dengan Iran akan meningkat pasca Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir Iran.

Di saat Iran dan Suriah (yang dikafir-kafirkan para muslim konservatif dalam negeri) saling jual beli serangan militer melawan Israel, Turki (yang dipuja-puja para muslim konservatif dalam negeri) hanya jual beli usir-usiran Diplomat dengan Israel. Ya, mungkin para kader PKS akan melihat ini sebagai ‘nilai plus’ Turki dari yang lain. Di saat Turki saling usir Diplomat dengan Israel, Iran, Suriah dan Indonesia kemana? Titik! #KaderPKSMenang

Ya bagaimana mau mengusir, ketiga negara ini sejak dulu memang tidak pernah membuka Kedubes Israel di negeri masing-masing, apalagi memelihara Diplomat Zionis di negeri mereka. Adegan pengusiran yang diblow-up ini justru sebuah pengakuan bahwa negeri yang mereka puja saling membuka Kedubes dan Komjen dengan negeri Zionis tersebut.

Bagaimana peran Indonesia di KTT OKI terakhir?

Setelah menyindir negara-negara muslim seperti Turki, Yordania dan Mesir yang memiliki hubungan Diplomatik dengan Israel di KTT Luar Biasa OKI Desember 2017 lalu, kemarin (Jum’at) Indonesia kembali menyerukan aksi boikot terhadap produk Israel dalam pertemuan tingkat Menteri KTT OKI (Hal ini sudah diserukan Indonesia sejak 2016). Seruan yang lagi-lagi ‘menampar’ Turki yang hanya sibuk melakukan ‘lip service’ dan kutukan-kutukan normatif tanpa aksi konkret.

Nama Recep Tayyep Erdogan tiba-tiba booming sejak 2009 di kalangan muslim dalam negeri sejak pertengkarannya dengan Presiden Israel Simon Peres di World Economic Forum di Davos Swiss. Saat itu Erdogan menyebut Peres sebagai ‘pembunuh’ dan ia melakukan aksi walk out dari Forum.

Sejak itu, Erdogan menjadi idola baru para muslim afiliasi Ikhwanul Muslimin disini dan namanya menjadi terang benderang sebagai ikon perlawanan terhadap Israel, jauh lebih terang daripada Iran yang sudah lebih 35 tahun menyuplai persenjataan dan logistik pada Hamas, Jihad Islam Palestina, dan PFLP karena (sialnya) mereka Syi’ah, atau Suriah yang di saat seluruh negara Teluk mengucilkan Hamas justru Suriah berani membukakan kantor Pusat Hamas di ibukota Damaskus dan menyuplai senjata dan perlindungan Diplomatik bagi mereka.

Balik ke Turki, meskipun terlibat saling tengkar dan ‘gigit’ di depan khalayak, tapi tampaknya itu tak mempengaruhi bisnis kedua negara. Hari ini saya membaca tulisan terbaru kolumnis Turki Cengiz Candar di Al Monitor yang berjudul “Turkey and Israel: Barking, Biting, but Still Doing Business” dimana ia mengungkap data selain perdagangan ekspor dan impor tak banyak terpengaruh, Turki merupakan destinasi utama wisatawan Israel. Pada 2008 tercatat sekitar 550.000 wisatawan Israel yang bertamasya ke Turki, walau sempat menurun menjadi 79.000 pasca insiden Gaza Flotilla, tahun kemarin angka meningkat menjadi 380.000 setelah kedua negara menormalisasi hubungan.

Dari data yang saya dapat dari website Trading Economics, Ekspor Turki ke Israel justru menyentuh angka tertinggi 301,19 Juta USD pada bulan Desember 2016 dan mencapai angka 1,449.39 Miliar USD sejak Juli – Desember 2016.

Jangan lupa, Turki adalah satu-satunya negara muslim yang masuk dalam ‘Top 10’ mitra dagang utama Israel. Lihat datanya di Globaledge UN Comtrade.

Sejak awal Maret 2017 atau 6.5 tahun pasca tragedi Mavi Marmara, Dubes Israel untuk Turki mengatakan volume perdagangan bilateral antara Turki dan Israel akan meningkat menjadi 8 Miliar USD dalam beberapa tahun ke depan terutama dalam kerjasama energi. Dan harusnya anda tahu darimana Jet-jet tempur Israel yang membombardir Gaza mendapatkan bahan bakarnya, diakui oleh media Turki sendiri Anadolu Turk.

Ya, mungkin setelah itu semua, yang terjadi baru saja dimana Turki mengutuk tewasnya 62 warga Gaza oleh militer Israel (mungkin) masih layak diapresiasi, walau sejauh ini tidak terlihat adanya rencana lebih konkret dari sekedar saling usir Diplomat yang diakui kedua negara hanya berlangsung untuk ‘sementara waktu’.

Di drama terbarunya, Erdogan menyebut Israel sebagai bandit yang telah melakukan genosida serupa Holocaust yang dilakukan NAZI terhadap kaum Yahudi, tidak lebih dari itu. Tidak ada seruan aksi konkret menghukum Israel seperti yang diserukan Indonesia untuk pemutusan hubungan diplomatik dengan Israel (dan juga pernah diserukan Suriah di Liga Arab), ataupun aksi boikot pada produk-produk Israel.

Sudah rahasia umum, langkah konkret adalah hal yang amat sulit dilakukan Turki mengingat mereka memiliki ‘simbiosis mutualisme’ dengan negara Zionis tersebut dalam banyak bidang. Dan jangan pernah lupa, Turki adalah anggota NATO yang terikat perjanjian keamanan dengan Israel. Satu-satunya cara mempertahankan image ‘keislaman’ dan pewaris Khilafah Ottoman mereka di dunia Islam hanya adegan tengkar dan saling kutuk, tapi bisnis tetaplah bisnis!

Saya cukupkan dulu tulisan ini ya, lagi pengen malam mingguan. Semoga ini bisa jadi bacaan Geopolitik yang berfaedah bagi para akhi wa ukhti kader PKS. (Mottaqin AZO)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Solusi Palestina

Opsi Solusi Palestina atas Konflik dengan Israel

Solusi Palestina. Secara umum, ada dua jenis opsi yang ditawarkan para pemikir dan pengkaji Timteng …