Home / Nasehat / Berusaha Memaklumi Sikap Orang Lain
Memaklumi Sikap Orang Lain

Berusaha Memaklumi Sikap Orang Lain

Memaklumi Sikap Orang Lain. ( revolusi mental ). Setelah 2 tahun akhirnya kami bertemu kembali. Kunjungannya ke Jakarta karena ada tugas dari kantornya. Sudah bisa ditebak pertemuan ini kaku. Kami hanya bersediam .Dua jam berlalu di Cafe begitu saja. Dia tidak pernah melirik kearahku. ” I have to go back to the hotel. Thank you for accompanying me tonight. Take care of your health.” katanya sekonyong. Dia langsung bergerak ke arah kasir. “Let me pay the bill” kataku seraya menahan tanganya untuk bangkit. Dia menggelengkan kepala sambil tersenyum, ”I invite you to dinner.” , katanya beralasan bahwa saat ini dia membayar..

Ingin ku jelaskan kepadamu bahwa satu satunya yang tak kuinginkan adalah kehilangan seorang sahabat. Kebersamaan yang pernah kita lewati tidak bisa dilupakan begitu saja. Kebersamaan saling berbagi dan melindungi. Aku bukan orang yang sempurna dan memang aku tidak pernah menawarkan kesempurnaan. Mungkin kata kataku terdengar menyakitkan bagimu. Namun Itulah yang bisa kulakukan untuk kebaikanmu. Aku tidak bisa berpura pura hanya membuatmu tertawa dan bahagia sesaat. Aku tidak bisa menjanjikan kemudahan. Bahwa memang bisnis itu keras dan kejam. Tahukah kamu, bahwa akupun tertekan rasa dengan hidupku, Apalagi harus membuatmu kecewa karena tidak seperti yang kamu harapkan.

Tapi satu hal yang harus kamu ketahui bahwa kata kataku adalah jaminanku untuk memastikan kamu aman dan kamu tidak perlu lagi kawatir soal besok. Tetapi kamu tidak bisa menerima sikapku. Bagimu aku terlalu keras dan terlalu sulit dimengerti. Kamupun pergi dan menyudutkanku dihadapan teman temanmu. Seakan kamu ingin mengabarkan deritamu kepada dunia agar orang peduli kepadamu, tapi mereka hanya bersimpati tanpa membuatmu lebih baik. .Berkali kali relasi binisku bertanya tentangmu namun aku memilih diam. Bagiku kehormatanmu adalah segala galanya. Dan lagi hidupku tidak akan terpengaruh apapun karena rumor. Aku akan baik baik saja.

Walau kamu sulit bisa memaklumi sikapku, namum aku selalu bisa mamaklumimu. Bahkan hal yan terburuk terhadapku. Persahabatan butuh proses. Dan lagi ruang hatiku sudah penuh oleh cinta istriku dan anak anakku, cucuku. Itulah rasa syukur yang tak bertepi. Dengan kamu, aku hanya ingin kita tetap bersahabat dan memaknai persahabatan dengan sederhana. Aku mengantarmu sampai didepan lift hotel. Nampak senyummu yang sama, seperti terakhir kita bertemu di Shanghai. Syarat penting untuk bisa sukses dan bahagia itu adalah tidak membenci. Namun jauh lebih penting adalah bisa memaafkan. Karena orang tidak berubah menjadi lebih baik karena kebencian tapi dengan mencintai. Itulah guna sahabat. Moga kamu paham. (Bandaro EJ)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Pelajaran Kesabaran dari Seorang Jokowi

Pelajaran Kesabaran dari Seorang Jokowi

Pelajaran kesabaran dari seorang Jokowi.( Revolusi mental ).“Saya nggak apa-apa dikatakan presiden gila, presiden saraf, …