Home / Sosial / Budaya Nyeletuk yang Ada di Indonesia
Budaya Nyeletuk

Budaya Nyeletuk yang Ada di Indonesia

Budaya Nyeletuk. ( revolusi mental ). Berapa hari ini saya memperhatikan berita sosial media berisi tentang pernyataan PS soal tahun 2030 Indonesia bubar. Begitu juga ada tweet dari FZ tentang sebaiknya pemimpin Indonesia itu meniru Putin dalam hal ketegasannya. Ada juga soal kekawatiran utang Indonesia tembus Rp. 4000 T. Terakhir pernyataan dari RL tentang program ketahanan pangan Jokowi gagal total. Empat issue ini disikapi dengan banyak postingan dan diiringi dengan komen yang keras terhadap pernyataan tersebut. Terutama dari pihak yang pro Jokowi. Sementara dari pihak yang berseberangan dengan Jokowi itu jadi kayu bakar untuk mempengaruhi pendukungnya agar terus membenci Jokowi. Secara politik menjelang Pemilu , saya anggap itu biasa saja. Selagi rakyat cerdas apapun retorika buruk tidak berdampak buruk selagi fakta berkata sebaliknya

Tetapi saya ingin menilai dari sudut lain. Apa yang terjadi dari beragam postingan di sosial media baik yang pro maupun kontra, lebih kepada sifat nyeletuk atau auto response. Mengapa saya katakan nyeletuk? karena ketika mendapatkan berita, tanpa cross check terlebih dahulu langsung komentar dan posting di wall. Apa yang disampaikan lebih kepada suasana hati atas berita tersebut. Kalau tidak suka maka rasa tidak suka itu yang ditampilkan. Kalau suka ya rasa suka yang diposting. Seharusnya kita sebagai rakyat tidak berada di posisi manapun. Kita tetap harus objectif. Karena apapun kentungan politik tidak berdampak langsung dengan nasip kita. Jadi bagaimana kita seharusnya bersikap ?

Baiklah saya ambil contoh soal pernyataan PS bahwa Indonesia akan bubar tahun 2030. Seharusnya sebelum kita komentear ada baiknya kita tonton video pidato PS tersebut secara utuh. PS memperingatkan bahwa rasio ketimpangan kaya miskin itu sudah sangat lebar dan mengkawatirkan. Artinya kalau pemerintah tidak hati hati dan tidak berusaha mengurangi kesenjangan itu maka hanya masalah waktu chaos sosial pasti terjadi. Karena sejarah mencatat bahwa revolusi terjadi bukanlah karena rekayasa tetapi karena situasi dan kondisi yang mendorong itu terjadi. Dan selalu kondisi itu adalah ketidak adilan ekonomi. PS mengatakan seperti itu karena naluri militernya yang didik mengetahui ancaman sedini mungkin.

Nah FZ mengingingkan agar pemimpin itu seperti Putin. Maksudnya agar Pemimpin itu keras. Putin pernah mengirim panser mengepung gedung parlemen agar loyal kepada presiden. Artinya FZ ingin indonesia yang besar ini dipimpin oleh sosok yang berani dan tegas agar persatuan dan kesatuan terjaga. Soal utang tembus Rp 4000 T, seharusnya kita sebagai rakyat melakukan cross check kepada data resmi dan maupun tidak resmi. Tidak sulit kok. Tinggal google kita bisa dapatkan data lengkap. Dari data yang ada kita bisa tahu bahwa utang benar bertambah tetapi PDB juga bertambah. Artinya peningkatan hutang diikuti oleh peningkatan kapasitas naisonal. Makanya rasio utang terhadap PDB tidak berubah secara significant. Namun bagaimanapun peringatan terhadap utang bukanlah salah. Itu agar Pemerintah lebih hati hati menjaga posisi utang agar tidak mengganggu ketahanan fiskal.

Terakhir RL mengatakan bahwa Jokowi gagal total dalam program ketahanan pangan. Kita engga usah buru buru berpikir negatif terhadap pernyataan RL itu. Karena sebagai pengamat dan ilmuwan dia harus memperingatkan pemerintah bahwa kegagalan program ketahanan pangan ini bisa berdampak buruk terhadap persatuan nasional. Mengapa ? demograpi angkatan kerja dari kaum muda sebagian besar ada disektor pertanian. Kalau pemerinta gagal mengatasi ketahanan pangan maka chaos sosial pasti terjadi, terutama dari kaum tani yang tidak mendapatkan keadilan sosial.

Makanya saya berusaha menampilkan tulisan dengan data yang ada agar kita semua bisa bijak melihat persoalan politik dewasa ini dan tahu betapa besar PR pemerintah yang harus dikerjakan agar NKRI tetap utuh. Apa yang dilakukan Jokowi adalah suatu upaya me-recovery indonesia akibat dari kesalahan masalalu agar negeri ini selamat dan punya hope. Kalau kita menyikapinya dengan nyinyir terus maka perubahan mental positip tidak terjadi dan ini akan menyulitkan pemerintah untuk melakukan rekonsiliasi nasioanal, yang tentu berdampak buruk terhadap proses pemulihan ekonomi. (Bandaro EJ)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Tirani Konsumerisme

Kebebasan Radikal vs Tirani-Tirani Bagian 2

Spiritualitas Kebebasan Radikal vs Tirani-tirani (2). Tirani Konsumerisme. Selamat malam semua, sesuai dengan janji saya …