Home / Nasehat / Cemburu pada Rekan Kerja Pasangan
Cemburu dengan Rekan Kerja Pasangan

Cemburu pada Rekan Kerja Pasangan

Dalam suatu hubungan percintaan, sikap cemburu itu dapat dipandang sebagai kewajaran. Gak hanya kepada seseorang yang tiba-tiba datang dalam kehidupan pasanganmu saja, tetapi juga yang sering ada di sekitar pasangan. Namun, perlu diketahui juga bahwa gak semua cemburu dapat dianggap wajar. Bisa jadi memang sikap Anda saja yang berlebihan. (Antimedia)

Cemburu pada Rekan Kerja Pasangan.

Ada teman yang tanya sama saya soal rekan kerja suaminya. “Dia cantik, dan sering jalan sama suami saya. Saya protes, tapi suami saya bilang mereka hanya teman kerja. Kalau saya cemburu, emang salah?” tanyanya.

Suami atau istri punya teman kerja, lawan jenis. Kalau pasangannya cemburu, wajarkah? Bisa wajar, bisa juga tidak. Cemburu bisa mengganggu kinerja pasangan. Saya pernah menemukan manejer yang harus selalu menerima telepon dari suaminya, termasuk saat meeting, karena suaminya cemburu, dan selalu menanyakan keberadaan istrinya setiap saat.

Tapi kan sering juga rekan kerja kemudian berkembang jadi TTM atau berselingkuh. Sebelum itu terjadi, harus dicegah, kan? Nah, bagaimana solusinya?

Bagi saya, rambunya jelas. Rekan kerja itu jelas batasnya. Teman juga jelas batasanya. Pergi berdua dalam rangka urusan kerja, kan? Ya. Cukuplah di batas itu. Kalau pergi kerja bareng, kemudian mampir untuk hal-hal di luar pekerjaan, itu namanya bukan lagi rekan kerja. Terlepas ada tidaknya hubungan asmara, kalau pasangan keberatan, hal itu harus dihindari.

Tidak sedikit orang yang mengaku sedang menjalankan hubungan kerja, tapi sebenarnya tidak profesional. Artinya ada hubungan pribadi yang lebih dari hubungan profesional di situ. Kalau konteksnya pribadi, pasangan berhak cemburu, dong.

Tapi apakah pasangan tidak boleh punya hubungan pribadi, berteman dengan lawan jenis? Itupun boleh. Tapi sekali lagi, berbeda. Teman adalah teman. Ada hal-hal yang tidak lagi bisa disebut pertemanan, walau belum sampai ke level selingkuh.

Dalam urusan yang ditanyakan tadi, saya sampaikan begini. Dari cerita detil yang disampaikan tadi, sepertinya suami perempuan tadi menikmati kebersamaan dengan rekan kerjanya, melebihi konteks sebagai rekan kerja, juga lebih dari teman biasa. Ringkasnya, dia merasa nyaman, dan asyik berada di dekat si cewek itu. Dalam hal ini, dia harus memperhatikan keberatan istrinya. (Abdurakhman H)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Pelajaran Kesabaran dari Seorang Jokowi

Pelajaran Kesabaran dari Seorang Jokowi

Pelajaran kesabaran dari seorang Jokowi.( Revolusi mental ).“Saya nggak apa-apa dikatakan presiden gila, presiden saraf, …