Home / Politik / Dalam Dunia Politik, Rakyat Menjadi Serdadu
Rakyat Menjadi Serdadu

Dalam Dunia Politik, Rakyat Menjadi Serdadu

Rakyat menjadi serdadu. Politik jangan dibawa ke dalam hati, bagi kita rakyat mungil ini, politik buat lucu-lucuan saja.

Lucu karena banyak yang mendadak religius, mendadak dongok, mendadak sok suci seperti Nabi dan seterusnya.

Grup-grup WA alumni ribut masalah politik, arisan keluarga ribut masalah politik, pengajian dan khotbah Jum’at comot dalil-dalil dukungan politik, jalan sehat ribut soal politik, sedekah sembako ribut politik, masjid, gereja, dan tempat ibadah lainnya menjadi corong politik.

Berapa banyak sesama kita yang sudah dan bakal masuk penjara, saling lapor, saling hajar, saling adu, saling serang dan seterusnya.

Sampai detik ini, politik kita adalah politik kekuasaan, politik kita adalah sarana untuk berkuasa, hanya segelintir yang memang berniat untuk mengabdi.

Segelintir itu pun sudah tenggelam, karena di cap kafir, komunis, anti Islam, antek aseng asing dan sebagainya. Atau kagak punya partai, atau punya partai tapi kagak punya duit.

Dulu Anies dukung Jokowi, sekarang Anies dibarisan Prabowo. Dulu Idrus Marham melawan Jokowi, sekarang menjadi menteri Jokowi. Dulu PPP Romahurmuziy mendukung Prabowo sekarang nguntit Jokowi. Dulu PKS pernah dukung Jokowi di Solo dan Gerindra dukung Jokowi di Jakarta.

Dulu Jokowi cuma 2 tahun jadi Gubernur Jakarta lompat menjadi Presiden. Dulu Prabowo sudah gagal 3 x Nyapres, sekarang Nyapres lagi. Pilpres 2019 ini bakal berhadapan lagi, ribut lagi, ngambek lagi.

Politik kita begitulah,..

Sekarang rakyat sudah menjadi serdadu politikus. Ulama ini dukung A, Ulama ini dukung B. Buruh ini dukung Z buruh ini dukung C. Suku ini dukung O, suku ini dukung K.

Parahnya, dukung mendukung ini tidak diikuti pendidikan politik dan seringkali tidak pakai nalar, cuma emosional saja. Hasilnya lahir kampret, cebong, kebo, onta dan sejenisnya yang berkelahi tak henti-hentinya.

Lihatlah, dulu buruh dukung Anies, setelah dikecewakan Anies, mereka dukung Prabowo, padahal Prabowo itu boss nya Anies.

Anda mau Ganti Presiden atau Jokowi 2 Periode, itu terserah sampean saja. Kita selesaikan secara jantan di bilik suara.

Tapi, jangan lakukan kekerasan, intimidasi atau ancaman keimanan dengan dalil agama terhadap yang pilihannya berbeda. Itu ‘banci’ namanya.

Di saat kondisi politik masih seperti ini, yang perlu kita dukung adalah tokoh dengan gagasannya, ide besarnya sambil menengok jejak rekam manusianya.

Ngerti son ? (De Fatah)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa. Hal yang sulit dipahami adalah tidak pernah kubu oposisi memberikan …