Home / Sosial / Dari Festival Duren Belajar Bisnis Duren
Bisnis Duren

Dari Festival Duren Belajar Bisnis Duren

Bisnis Duren. Akhir pekan di Cikarang ada festival duren.

“Duren dari mana ini?”

“Dari Kota Medan.”

Saya coba, rasanya enak. Selama ini saya selalu jadi jengkel kalau makan duren. Mesti dibelah dikit, korek dikit, kalau OK, dia buka. Eh, ternyata lebih sering dapat duren yang mentah. Peristiwa semacam ini memang sulit dihindari. Kalau mau bawa duren marang dari Medan, sampai Jakarta sudah jadi busuk. Untuk menghindarinya, mereka bawa duren yang mentah. Sering terlalu mentah, muda. Diperem berapa hari pun tidak jadi duren yang matang.

Duren yang ini dibawa pakai pesawat. Jadi, mereka pilihnduren yang bagus, matang, dan segera sampai ke tangan konsumen. Harga tentu lebih mahal. Tapi selalu ada konsumen yang mau bayar lebih untuk barang berkualitas.

Penjualnya, jangan heran, Cina.

Sambil makan saya ngobrol sama Ghifari. “Dia itu pebisnis. Karakter utamanya, jeli melihat peluang bisnis, kreatif, dan mau ambil risiko.”

“Maksudnya gimana?”

“Dia tahu banyak penggemar duren di Jakarta, yang belum terpuaskan dengan duren yang selama ini sudah ada. Dia juga tahu, di daerah banyak duren murah. Nah, itu peluang. Kemudian dia kreatif, menciptakan model baru, mengatasi masalah pada model lama, yaitu mengangkut pakai truk tadi.”

“Kalau risiko itu apa?”

“Risiko itu potensi kerugian. Kalau durennya nggak laku, dia rugi. Ruginya banyak. Biaya beli duren, ongkos angkut, gaji penjualnya. Nah, dia harus berani menghadapi kemungkinan durennya nggak laku. Untuk bisa berbisnis, orang harus siap rugi, siap terima risiko.”

“Tapi itu saja tidak cukup. Yang lebih penting sebenarnya bukan siap rugi, tapi tahu di mana potensi risiko kerugian, dan berpikir bagaimana cara mengindarinya. Di situ sebenarnya kunci bisnis.”

“Caranya gimana?

“Pastikan barangnya terjual. Itu namanya marketing. Cari tempat yang bagus untuk berjualan, layani orang dengan baik. Selain itu, cari tempat beli barang murah tapi mutunya bagus, biar untungnya banyak. Kurangi biaya yang tidak perlu. Itu namanya strategi bisnis.” (Abdurakhman H)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Tirani Konsumerisme

Kebebasan Radikal vs Tirani-Tirani Bagian 2

Spiritualitas Kebebasan Radikal vs Tirani-tirani (2). Tirani Konsumerisme. Selamat malam semua, sesuai dengan janji saya …