Home / Politik / Dikotomi Politis, Benih Kebencian dan Perpecahan
Dikotomi Politis

Dikotomi Politis, Benih Kebencian dan Perpecahan

Dikotomi politis, benih kebencian dan perpecahan.

Dikotomi Cebongers n Kampreters.

Sikap dan posisi mati.

Entah sejak kapan muncul istilah Cebongers untuk pendukung Jokowi dan Kampreters untuk pendukung Prabowo. Di kedua kubu sebagian besar adalah pendukung emosional, aspek kritis sungguh terbunuh atau bahkan dibunuh. Bagi Cebongers, apapun yang dikatakan Kampreters dipandang pasti salah. Sebaliknya bagi Kampreters, apapun yang dilakukan (pemerintah) Jokowi, pasti salah. Argumen rasional-logis berdasarkan fakta dan data menjadi tidak penting.

Politisi Cebongers dan Politisi Kampreters.

Lucunya, sikap dan posisi dikalangan pendukung masing-masing kubu juga diambil dan diamini oleh banyak politisi, maka terbentuk juga dikotomi politisi cebongers dan politisi kampreters. Banyak politisi bahkan memperbesar jurang pemisah dengan pernyataan-pernyataan yang aneh bin ajib.

Padahal arti politisi berdasarkan arti kata politik, bisa berarti:

1 orang yang (pengetahuan) mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan (seperti tentang sistem pemerintahan, dasar pemerintahan)

2 ikut serta dalam segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dan sebagainya) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain

3 orang yang paham cara bertindak (dalam menghadapi atau menangani suatu masalah); kebijaksanaan

Jadi politisi seyogyanya sangat rasional dan logis, menangani persoalan berdasarkan data dan fakta. Lalu apakah para politisi tersebut adalah orang-orang bodoh alias stupid??? Sama sekali tidak!!!

Kecerdasan Politisi

Para politisi di kedua kubu jelas orang-orang cerdas. Mereka sarjana-sarjana alumni dari perguruan tinggi nasional ternama, bahkan banyak juga lulusan perguruan tinggi mancanegara. Lalu mengapa mereka kerap kali melontarkan pernyataan “bodoh”? Justru dari pernyataan bodoh itulah tampak kecerdasan mereka. Mereka adalah orang-orang yang sungguh sadar bahwa pernyataannya berpengaruh baik terhadap kawan maupun terhadap lawan. Para politisi ini memanfaatkan kecerdasannya dan pengetahuannya untuk memperoleh dan menjaga dukungan fanatik. Para politisi ini tidak membutuhkan masukan atau saran dari para pendukung, mereka hanya membutuhkan dukungan. Sangat tidak penting sama sekali pendukung yang mampu berpikir kritis.

Dikotomi dipertajam melalui layar kaca.

TV swasta nasional hampir pasti mendukung pemerintah atau mendukung oposisi, hanya saja ada yang jelas dan tegas menyatakan sikapnya, ada yang malu-malu kunyuk. Demikian terjadi misalnya di salah satu TV swasta nasional yang gemar mengangkat isu hangat dengan mengundang politisi dan tokoh tertentu. Diskusinya hampir selalu hangat bahkan cenderung panas, riuh-rendah ramai bak penumpang jet coaster. Namun sama seperti penumpang jet coaster, setelah selesai tidak menyisakan kesimpulan apapun, kecuali menyisakan dan menambah kebencian di hati pemirsa. Menjadi pertanyaan besar apakah program sejenis masih layak dilanjutkan.

Politik yang menanamkan kebencian yang berakhir pada sektarian inilah yang tidak bisa lagi disebut wajar. Pertaruhannya menjadi terlalu mahal bahkan tak terbayarkan lagi.

  • karena menjadi bom waktu tanpa kendali
  • rentan dimanfaatkan oleh pihak luar, dengan menambahkan banyak racun penyedap
  • bahkan waktu pun tak akan mampu memulihkan keretakan

Maka hendaknya semua pihak sungguh bertanggung-jawab dalam praksis berpolitik dengan berhenti menanamkan dan memupuk irrasionalitas. Cebongers (Pendukung Jokowi) dan Kampreters (Pendukung Prabowo) hendaknya berani untuk mulai melihat sisi baik dan mulia pihak lain.

Ingatlah bahkan konflik dan kehancuran Suriah pun dimulai hanya dari sedikit ketidak-puasan rakyatnya (sesuatu yang wajar dalam hidup berbangsa dan bernegara) namun segera dibubuhi racikan racun mematikan, oleh pihak luar yang sangat tidak bertanggung-jawab. Hasilnya hanya kehancuran dan penderitaan bagi bangsa dan rakyat Suriah. (Winardi FI)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa. Hal yang sulit dipahami adalah tidak pernah kubu oposisi memberikan …