Home / Internasional / Erdogan Penadah Minyak ISIS?
Erdogan Turkey Isis Jabhat Al-Nusra
Erdogan Turkey Isis Jabhat Al-Nusra

Erdogan Penadah Minyak ISIS?

Anti Media Indonesia – Kelahiran Jabhat al-Nusra, dibidani langsung oleh Daesh. Al-Jolani sendiri pernah menyatakan bahwa al-Baghdadi langsung yang memberinya uang untuk membentuk Jabhat al-Nusra. Jolani mengaku bahwa dirinya mendapat suntikan dana awal sebesar 100.000 dolar di bulan pertama. Total dana yang diberikan Daesh pada Jabhat al-Nusra hingga tanggal deklarasi Daesh, bernilai sekitar 1,1 juta dolar. Jabhat al-Nusra sendiri telah mengembalikan setidaknya 700.000 dolar pada Daesh, yang dicicil selama 5 kali. Sebagai tambahan, Jabhat al-Nusra juga memberi Daesh emas dan artefak kuno milik Iraq, yang ditaksir paling tidak bernilai 1 juta dolar.

Pembayaran ini juga ditambahi dengan pupuk, TNT dan bahan-bahan produksi lain yang didapat Jabhat al-Nusra dari Sheikh Salman. Selain itu, Jabhat al-Nusra juga membayar melalui misil, mortar, RPG dan bentuk persenjataan yang lain. Hingga deklarasi Daesh pada 2 April 2013, Jabhat al-Nusra setidaknya telah mengembalikan apa yang diberikan Daesh dengan dua kali lipat, meski baru 3/4 dalam bentuk uang tunai yang diberikan Baghdadi. Jabhat al-Nusra begitu gencar berusaha mengembalikan ‘hutang’ tersebut, karena resiko pengangkangan Daesh pada Jabhat al-Nusra yang sangat besar, yang menghalangi visi dan misi pribadi Al-Jolani.

Lalu bagaimana Daesh bisa memiliki begitu banyak uang? Dari ladang minyak yang mereka kuasai di Jazal dan al-Shaer, Daesh meraup penghasilan sekitar 500 ribu dolar per hari. Dari Okersheh di selatan Raqqa, menghasilkan sekitar 1,3 juta dolar per hari. 500 ribu dolar per hari juga disumbangkan dari ladang di Raqqa dan al-Ramlah. Ini ditambah lagi dengan 1 juta dolar per hari dari al-Jbeseh, dan 500 ribu dolar per hari dari ladang minyak milik CONOCO, serta 400 ribu dolar per hari dari al-Jafra. Total, Daesh memiliki penghasilan sekitar 3,3 juta dolar per hari di timur tengah. Memang ini perkiraan sebelum Rusia turut menghancurkan rute pengiriman minyak mereka. Saat ini, pendapatan mereka disinyalir sudah jauh berkurang, namun tetap lumayan besar.

Dengan kekuatan dana sebesar ini, masihkah mengherankan jika Daesh begitu sulit ditumpas di Raqqa dan Mosul? Pertanyaan tak kalah penting, siapakah yang membeli minyak-minyak yang dijarah Daesh dari daerah yang dikuasainya? Menurut sumber terpercaya, Bilal Erdogan menjual minyak yang dibelinya dari Daesh ke Eropa melalui penyelundup dan pedagang gelap di Yunani.

Melongo? Jangan lama-lama.

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Solusi Palestina

Opsi Solusi Palestina atas Konflik dengan Israel

Solusi Palestina. Secara umum, ada dua jenis opsi yang ditawarkan para pemikir dan pengkaji Timteng …