Home / Nasehat / Fenomena Masyarakat Indonesia Yang Nampak
Fenomena Masyarakat Indonesia

Fenomena Masyarakat Indonesia Yang Nampak

Fenomena masyarakat Indonesia. ( revolusi mental). Dalam sejarah baru kali ini menjelang lebaran inflasi bisa sangat rendah. Padahal sebelumnya kurs rupiah sedang melemah. Bahkan diera Jokowi tahun ini adalah puncak kelenturan ekonomi Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), posisi inflasi pada Mei 2018 0,21 % atau lebih rendah dibandingkan Mei 2017 sebesar 0,39 persen. Jika ditarik mundur lagi ke belakang, untuk tahun 2016 di mana bulan puasa jatuh pada Juni dan Lebaran pada Juli, inflasi jauh lebih besar, yaitu 0,66 persen pada Juni dan 0,69 persen pada Juli. Dan rupiah justru menguat. Secara teori ekonomi rasanya sulit dipahami. Tetapi itulah bukti suksesnya revolusi mental yang dilaksanakan oleh Jokowi. Benarkah ?

10 tahun era sby memang terjadi deindustrialisasi namun di era Jokowi industri mulai tumbuh walau belum semua bangkit. Tetapi yang luar biasa pertumbuhan industri yang masih lambat itu di tutupi oleh tumbuh berkembangnya pelaku usaha skala kecil yang secara tidak langsung mulai menyalip usaha besar atau istilah kerennya disruption. Walau paham radikal agama yang distruktif muncul namun lebih besar lagi adalah munculnya masyarakat religius yang moderat, yang kuat secara spritual. Terbukti paham radikal jadi cemoohan. Trend bisnis hiburan malam semakin sepi digantikan oleh maraknya tempat berkumpul publik untuk komunitas persahabatan, seperti Cafe dll.

Teman saya putranya tamatan PTN terkenal menikmati kemitraan bisnis franchise restoran dengan asing. Pendapatannya setahun sama dengan CEO perusahaan besar. Ada juga yang menggunakan keahliannya menjadi pendamping profesional investor membangun proyek insfrastruktur. Ada juga yang sambil kuliah sudah punya penghasilan besar sebagai reseler online. Putra saya dari bisnis ritelnya punya penghasilan sama dengan gaji direktur Perusahaan menengah yang berkarir puluhan tahun . Putra teman saya bekerja di Singapore untuk 20 hari solving problem IT dibayar sama dengan setahun gaji anggota DPR. Dan masih banyak lagi dimana entah mereka profesional atau wirausaha, mereka punya passion menikmati hidup dengan lebih enjoy dibandingkan orang tuanya.

Masyarakat Indonesia sekarang mayoritas adalah kaum muda. Sebagian besar mereka adalah profesional dan pelaku usaha skala kecil yang lincah. Mereka memiliki ketangkasan strategi. Mereka memiliki agility, sehingga memiliki peluang lebih besar memenangkan persaingan. Kelebihan pendapatan tidak membuat mereka hedonism. Mereka gandrung mengikuti seminar dan menghabiskan waktu luangnya dengan piknik. Mereka menyukai apapun kemajuan tidak penduli itu datang dari china namun tetap tidak membuat mereka “ ke kiri”. Sebagian besar mereka sudah tidak lagi mempermasalahkan idiologi. Pancasila sudah menjadi rumah yang nyaman bagi mereka.

Tanpa disadari empat tahun Jokowi berkuasa mampu mengubah sebagian besar mindset masyarakat yang pasif, mau gampangan, mental jongos menjadi masyarakat mandiri dan tangguh namun tidak menghilangkan kekhasan kaum milenial yang bergaya santai menghadapi hidup yang tak ramah namun berani melangkah ke masa depan. Tentu masih ada yang tertinggal dan terus sibuk mengutuki keadaan, kurs dollar, harga naik, paranoia asing dan apalah. Sibuk menilai orang lain dan lupa focus kepada diri sendiri. Mereka korban zaman dan memang seleksi alam terus terjadi sepanjang bumi belum kiamat. Silahkan memilih? Mau jadi petarung zaman atau pecundang. (Bandaro EJ)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Berpikir Terbuka

Menjadi Orang yang Berpikir Terbuka

Berpikir terbuka. ( Revolusi mental ). Semua tahu parasut. Itu alat agar orang bisa selamat …