Home / Politik / Apakah Pemberlakuan Gaji BPIP Sudah Pantas?
Gaji BPIP Sudah Pantas

Apakah Pemberlakuan Gaji BPIP Sudah Pantas?

Gaji BPIP Sudah Pantas? Dulu era Soeharto ada lembaga namanya BP7 ( Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Lembaga ini termasuk lembaga negara setingkat kementrian. Apa saja tugasnya? menterjemahkan Pancasila sesuai UUD 45. Di negara manapun punya lembaga yang mengawal indiologi negara sesuai UUD. Hanya saja ketika reformasi lembaga BP7 dihapus. Kita masuk ere demokrasi langsung. Orang tidak perlu lagi dibina bagaimana bersikap soal politik. Orang dianggap semua dewasa dalam berpolitik. Pelanggaran atas kebebasan itu akan berhadapan dengan UU dan Hukum, KUHP. Namun belajar dari pengalaman selama 15 tahun reformasi, Indonesia mulai kehilangan nilai nilai Pancasila sebagai phalsafah negara. Intolerance nampak kepermukaan dalam bentuk kebijakan dan sikap politik.

Karenanya perlu ada lembaga yang bertugas mengawal agar Pancasila tetap sebagai palsafah negara. Lembaga ini harus struktural, punya dasar hukum yang kuat sebagai bagian dari tanggung jawab presiden untuk mengawal UUD45. Yang namanya struktural maka diperlukan organisasi yang established lengkap dengan organik untuk menjalankan program utamanya. Karena menyangkut idiologi negara maka orang orang yang ditempatkan sebagai inti pengelola program ini tentu kredibiltasnya teruji secara nasional. Ada Politisi, seperti Megawati, Tri Sutrisno. Ada Intelektual seperti Mahfud MD, Safie Maarif. Ada Ulama dan tokoh agama seperti Ma’ruf Amin., Andreas Anangguru Yewangoe, Wisnu Bawa Tenaya. Ada pengusaha seperti Sudhamek.

Apa program utama yang akan dijalankan oleh BPIP ? perumusan arah kebijakan umum pembinaan ideologi Pancasil, penyusunan garis-garis besar haluan ideologi Pancasila dan road map pembinaan ideologi Pancasila, koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pelaksanaan pembinaan ideologi Pancasila, pelaksanaan advokasi pembinaan ideologi Pancasila, pemantauan, evaluasi, dan pengusulan langkah dan strategi untuk memperlancar pelaksanaan pembinaan ideologi Pancasila, pelaksanaan kerja sama dan hubungan antar lembaga dalam pelaksanaan pembinaan ideologi Pancasila. Ini bukan pekerjaan sederhana.Karena yang dipertaruhkan adalah ketahanan politik nasional. Apalagi ditengah arus globalisasi dimana infiltrasi idiologi asing bisa masuk darimana saja, dan ini bisa merusak tulang punggung bangsa.

Karena namanya lembaga atau Badan Ideologi Pembinaan Pancasila (BPIP) yang pendanaannya berasal dari APBN maka harus sesuai dengan UU APBN dan perbendaharaan negara. Tidak bisa menyimpang. Kalau menyimpang Presiden bisa disalahkan secara hukum. Gaji anggota Pimpinan BPIP sesuai dengan standar gaji kementrian. Menurut Menteri Keuangan, hak keuangan pimpinan Badan Ideologi Pembinaan Pancasila (BPIP) tidak seluruhnya merupakan gaji. Angka itu juga terdiri dari tunjangan, asuransi, dan sisanya yang paling besar adalah untuk kegiatan operasional. Hak keuangan ini dari segi gaji pokok sama dengan pejabat negara yang lain, yaitu hanya Rp 5 juta. Kemudian yang disebut tunjangan jabatan Rp 13 juta. Lebih kecil dibandingkan lembaga lain. Sisanya dukungan terhadap kegiatan. Seperti biaya untuk transportasi, pertemuan komunikasi. Tentu biaya harus dipertanggung jawabkan secara organisasi dan diaudit oleh BPK.

Yang bikin gaduh ini karena media massa memberitakan secara akumulasi besaran anggaran pimpinan BPIP tanpa melihat secara detail apa yang dimasuk anggaran tersebut. Namun ini dijadikan amunisi oleh oposisi untuk menjatuhkan reputasi pemerintahan Jokowi sekaligus membubarkan BPIP. Sehinggga digoreng untuk mendapat simpati dari rakyat kecil. Tanpa melihat manfaat BPIP secara nasional dan detail programnya. Kalau menilai pimpinan BPIP itu berharap gaji tentu tidak pantas. Karena ingat loh ada salah satu pimpinan BPIP bernama Sudhamek, yang termasuk 100 orang terkaya di Indonesia. Dia boss Kacang Garuda. Setahun anggaran BPIP itu nothing bagi dia. Namun ini bukan menyangkut gaji tetapi pengabdian bagi kepada bangsa dan negara. Jadi jangan ukur orang lain dengan diri anda yang kemaruk gaji..Coba deh cari issue yang lebih cerdas. (Bandaro EJ)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Prabowo Subianto Kehilangan Peluang

Prabowo Subianto Kehilangan Peluang?

Prabowo Subianto Kehilangan Peluang? PAN mengundang Gatot Nurmantyo untuk membahas PEMILU dan arahnya PAN mengarahkan …