Home / Politik / Ganti Presiden Indonesia Saat Pilpres 2019
Ganti Presiden Indonesia Saat Pilpres 2019

Ganti Presiden Indonesia Saat Pilpres 2019

Ganti Presiden Indonesia Saat Pilpres 2019. Hashtag ganti presiden 2019 adalah bukanlah slogan yang dibuat sambil melamun. Ini bagian dari strategi kampanye yang dirancang oleh ahli komunikasi. Tentu sudah memperhatikan segala indikator dan variable guna mencapai tujuan akhirnya. Mengapa ? Perhatikan hasil survey bahwa elektabilitas Jokowi tertinggi dibandingkan calon yang berpotensi akan diusung sebagai rivalnya dalam Pilpres. Pelaksana lapangan perlu tools untuk dengan mudah melakukan panetrasi terhadap target audience yaitu kelompok dislike Jokowi dan ini sebagian umat Islam garis keras dan moderat yang merasa agenda politik nya tidak diadopsi oleh Jokowi

Karenanya sebelum menuju kampanye resmi bulan September tahun ini, stigma hanya Jokowi yang pantas terpilih harus di jebol dulu. Setelah itu, maka peluang muncul calon alternatif akan mudah melaju dan peningkatan rating calon akan mudah di dongkrak. Apalagi sikap pemilih Jokowi yang militan begitu gencar menyerang head to head sehingga masuk perangkap menjadikan Jokowi tercluster hanya dengan pemilihnya. Dengan melaporkan AR ke polisi adalah contoh bagaimana begitu mudahnya menarik masya Islam berkumpul dan mendapatkan ruang bela Islam. Karena suka atau tidak suka AR itu mantan ketua Umum Muhammadiah dan punya pengaruh besar dikalangan Islam garis keras.

Setelah proses panetrasi terhadap pemilih maka kelak di masa kampanye bulan September 2018 sampai dengan April 2019 mereka akan jadi akar rumput yang militan sebagai corong kampanye door to door. Anda jangan Anggap remeh mereka. Karena bagi mereka mengalahkan Jokowi adalah jihad sebagaimana retorika AR bahwa mereka adalah laskar Allah ( hizbullah ). Ini spirit die hard dan melangkah dengan prinsip to be Or not to be. Saya tidak yakin pendukung Jokowi ( selain akar rumput PDIP ) akan mampu semilitan mereka. Kelompok menengah di Indonesia yang dinilai diharapkan menghadapi mereka tidak punya waktu cukup untuk full Time fight dengan mereka.

Apalagi saya dengar dari Kubu sebelah dimana sudah mengumpulkan puluhan para doktor dan profesor yang akan menyiapkan perang opini di media massa maupun di dunia maya. Dan sekrang mereka sedang mempersiapkan dengan rapi perang opini ini dan kelak akan dipakai dimassa kampanye nanti. Tentu pendapat ahli berkaliber doktor dan profesor ini akan jadi amunisi para akar rumput untuk menyerang kubu Jokowi. Saya hanya berharap kekuatan corong pendukung Jokowi baik yang aktif di media massa maupun di media sosial memahami ini agar lebih focus dengan strategi menguasai swing voter. Jangan lawan kebencian dengan kebencian karena justru akan kontra produktif bagi tujuan menguasai swing voter.

Hasil survey yang membuat elektabilitas Jokowi tinggi itu karena mereka yang berpendidikan rendah dan itu sebagian besar bukan karena kinerja Jokowi tetapi karena sikap rendah hati dan merakyatnya Jokowi serta dianggap yang terzolimi oleh fitnah lawan politiknya. Tetapi mereka kapan saja bisa berubah bila kita tidak terus mengangkat sifat rendah hati Jokowi dan meniru sifat Jokowi dalam menghadapi sikap lawannya… sabar. Yakinlah orang sabar bersama Tuhan dan kemenangan hanya ada pada orang sabar yang berniat baik.

Kepada teman teman DDB, tolong dibantu Share tulisan di group ini secara pribadi masing masing di wall nya. Jangan sebutkan sumbernya daris saya tetapi cukup nama anda saja atau DDB. Mengapa ? Karena saya pribadi jadi target serangan massive pembunuhan karakter dari kubu sebelah. Tentu tujuannya agar tulisan saya tidak punya reputasi. Please engga usah sebut sumbernya dari saya …kita berjuang bersama dan saya penyediaan logistik dan anda yang maju di front depan. Ok? (Bandaro EJ)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa. Hal yang sulit dipahami adalah tidak pernah kubu oposisi memberikan …