Home / Internasional / Investasi Bisnis China di Indonesia
Bisnis China di Indonesia

Investasi Bisnis China di Indonesia

Investasi Bisnis China di Indonesia, Sulawesi. Pihak oposan mempertanyakan keberpihakan pemerintah Jokowi atas maraknya investasi asing di Indonesia khususnya di Sulawesi. Menurutnya asing terlibat membangun infrastruktur kawasan industri sampai pusat pengolahan. Dimana peran pemerintah dan swasta nasional ? Kira kita begitu katanya. Untuk diketahui bahwa pembangunan kawasan industri di Konawe Sulawesi tenggara oleh China karena fasilitas izin PMA yang sudah ada sebelum Jokowi jadi presiden. Jadi engga mungkin pemerintah menolak china mau invest di Indonesia dan lagi china tidak meminta hak konsesi tembang tetapi hanya hak membangun SMelter.

Keberaaan china di kawasan konawe bukan karana SDA Indonesia tetapi karena lokasi yang strategis . Bayangkan China membangun smelter dengan kapasitas 3 juta ton pertahun, itu hanya 30% bahan nikel dari SDA indonesia yang berkadar rendah sekitar 1,7%. Sisanya Nikel berkadar tinggi diatas 2% di datangkan dari Australia. Bagaimana dengan fuel untuk pembangkit listrik? China mendatangkan batubara dari Australia. Cobalah, kalau China itu berpikir kapitalis ngapain dia bangun di Kendari? Secara ekonomi lebih menguntungkan di Australia. Tapi yang terjadi China memilih Indonesia walau mereka harus membangun sendiri segala sarana yang diperlukan. Seperti Pembangkit Listrik dan pelabuhan dengan kapasitas kapal giant.

Kawasan ini menggunakan lahan dengan total lebih dari 5000 hektar. Tapi yang luar biasa adalah untuk phase pertama proyek seluas 500 hektar atau luasnya 1,5 kali Cilegon Krakatau Steel hanya dikerjakan 1 tahun selesai. Ini bukan hanya membangun 14 tungku yang menjulang ke langit dan fasilitas pengolahan feronikel dengan kapasitas produksi 600.000 ton pertahun. Saat sekarang sedang berlangsung pembangun phase kedua dengan luas 1200 hektar untuk kapasitas feronikel 1,2 juta ton pertahun. Tahu berapa lama China membangun phase kedua ini ? hanya dua tahun. Target tahun 2017 selesai. Tahun ini akan masuk phase ketiga untuk mencapai kapasitas 3 juta Ton pertahun Feronikel. Tentu insfrastruktur yang dibangun seperti pelabuhan, dan pembangkit listrik lebih besar lagi. Phase ketiga ini harus selesai 2020. Artinya China hanya butuh 3 tahun.

Total proyek dengan luas 5000 hektar dengan investasi menelan dana USD 5 miliar atau Rp. 60 triliun , china hanya butuh waktu 5 tahun. Dana investasi ini tidak termasuk sarana pendukung sosial lainnya. Saya tidak sedang melebihkan kehebatan China, tapi coba bayangkan Freeport sejak tahun 2010 berencana membangun smelter di Gresik, lahan sudah tersedia sampai sekarang belum juga selesai smelter dibangun. Selalu alasan bahwa listrik tidak tersedia. Padahal Freeport mendapatkan bahan baku dari Indonesia 100 %. Mengapa china tertarik membangun di Sulawesi ? Disamping lokasi strategis juga etos kerja pekerja lokal baik insinyur maun buruh yang mencapai 70% itu sangat luar biasa. Mereka bisa mengimbangi etos kerja buruh dari China walau perbedaan gaji mereka empat kali lebih rendah dibandingkan pekerja dari China.

Lebih hebat lagi adalah keterlibatan stakeholder seperti Pemerintah daerah dan masyarakat baik kalangan pengusaha lokal maupun tokoh masyarakat sangat luar biasa memberikan dukungan agar proyek itu tidak mengalami hambatan akibat ulah LSM pengangguran yang membawa issue anti china. Dan mungkin 10 tahun lagi Sulawesi akan meninggalkan daerah lain yang masih berpikir terbelakang dan sibuk mengusung agama dengan mimpi utupianya. Padahal pabrik berdiri tidak hanya dengan doa tapi kerja keras mematangkan tanah ribuaan hektar, membangun puluhan tungku dan merangkai ribuan bentangan baja agar bangunan smelter berkelas modern tercipta serta tenaga listrik ribuan megawat dan pelabuhan dengan kapasitas puluhan ribu ton kapal pengangkut terbangun.

Terimakasih Pak Jokowi , tanpa visi bapak tidak mungkin Indonesia akan jadi produsen feronikel berkelas dunia dan itu hanya satu periode berkuasa. Sementara SBY sepuluh tahun berkuasa, Freeport hanya kasih PHP . Dan kini didepan mata, Freeport harus malu kepada kebijakan Jokowi mendatangkan investor berkelas dunia yang membangun smelter puluhan kali lebih besar dari rencana Freeport. Pemimpin berlatar belakang pengusaha kreatif seperti Jokowi memang mampu meyakin investor dengan visi dan solusi, bukan hanya retorika populis tapi miskin solusi ,sepeti ono… (Bandaro EJ)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Solusi Palestina

Opsi Solusi Palestina atas Konflik dengan Israel

Solusi Palestina. Secara umum, ada dua jenis opsi yang ditawarkan para pemikir dan pengkaji Timteng …