Home / Nasehat / Belajar Tak Menyerah : Jack Ma dan Matematika
Jack Ma dan Matematika

Belajar Tak Menyerah : Jack Ma dan Matematika

Berbicara Jack Ma dan Matematika. Suatu hari seorang ibu menelepon saya, konsultasi soal anaknya. “Anak saya nggak bisa matematika, Pak. Diajari ini nggak ngerti, diajari itu nggak ngerti. Apa yang salah pada anak saya?”

“Nggak ada yang salah. Memang tidak semua anak bisa matematika dengan cepat. Ada yang lambat. Ada pula yang sekarang lambat, tapi nanti kalau sudah ketemu kliknya, akan nangkap dengan cepat.”

“Jadi, saya harus gimana?”

“Ajari terus dengan kreatif dan penuh kasih, sampai dia bisa.”

Saya menghadapi masalah yang sama. Kenji sangat susah diajari matematika. Mengajari Kenji sangat menguras tenaga dan emosi. Diajari sekarang, 5 menit kemudian dia sudah lupa. Diajari bagian sini, lalu pindah ke situ, balik lagi ke sini, dia sudah lupa. Diajari pakai metode ini, dia ingat. Tapi begitu soalnya berubah sedikit, dia bingung.

Sering saya ditegur sama istri. “Kenji itu tidak bodoh. Yang sabar aja mengajarinya.”

Tadi malam sambil tiduran saya cek ulang kemampuan Kenji soal pecahan. Ini dulu materi yang sempat bikin saya frustrasi saat mengajarinya. Hasilnya, lumayan. Kenji ternyata ingat sebagian besar yang saya ajarkan dulu.

Seperti saya tulis tadi, ada bagian yang masih sulit dipahami anak. Jadi kita mesti sabar mengajarinya. Ajari dengan empati. Yang lebih penting dari matematika adalah, ajari dia untuk tidak menyerah.

Jack Ma, pendiri Alibaba dan orang terkaya di China, juga bodoh dalam matematika. Saat ikut tes matematika agar bisa kuliah ia dapat nilai 1/120. Ia belajar lagi, kemudian ikut tes lagi, dengan hasil 19/120. Ia kemudian belajar lagi, lebih keras lagi, sampai memperoleh hasil 89 pada tes ketiga. Itupun sebenarnya masih tidak memenuhi standar masuk universitas. Tapi karena universitas kecil di kotanya kekurangan mahasiswa, Jack akhirnya bisa masuk, ke jurusan Bahasa Inggris.

Banyak orang tidak bisa matematika. Memang tidak semua orang bisa. Tapi ketika matematika itu menjadi syarat untuk maju ke tahap selanjutnya, maka harus diusahakan agar bisa. Jack membuktikan bahwa ia bisa. Ia tidak menyerah.

Ini berlaku untuk skill apapun. Sebagai orang tua kita harus ajarkan dan latihkan daya juang itu kepada anak-anak. Jangan sampai kita justru memberi mereka vonis: Kamu tidak bisa. (Abdurakhman H)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Pelajaran Kesabaran dari Seorang Jokowi

Pelajaran Kesabaran dari Seorang Jokowi

Pelajaran kesabaran dari seorang Jokowi.( Revolusi mental ).“Saya nggak apa-apa dikatakan presiden gila, presiden saraf, …