Home / Politik / Jalan Tol dan Pembodohan
Jalan Tol dan Pembodohan

Jalan Tol dan Pembodohan

Menjelang akhir masa jabatan Jokowi, lawan politiknya banyak yang mencecar dirinya. Apa saja jadi bahan bahasan mereka, tidak terkecuali prihal jalan tol. Dengan hebatnya, isu jalan tol digoreng, sehingga menimbulkan polemik yang pada akhirnya muncullah wacana jalan tol dan pembodohan.

Wacana jalan tol dan pembodohan muncul karena adanya pernyataan seperti “Jalan tol hanya untuk orang kaya.” Itu adalah penyataan politikus, lawan politik Jokowi, kemudian diikuti oleh sejumlah orang terdidik, yang ikut berpolitik. Berpolitik dengan cara tidak cerdas, membuat rekam jejak pendidikannya sirna ditimbun kebodohan.

Jalan tol hanya dinikmati orang kaya, kata mereka. Maksudnya, jalan tol hanya bisa dinikmati oleh orang bermobil. Padahal kita semua tahu bahwa bis-bis dengan penumpang dari berbagai kalangan juga lewat jalan tol.

Yang tidak langsung lebih banyak lagi, yaitu truk. Truk mengangkut berbagai barang kebutuhan untuk orang banyak. Tentu tidakada truk yang secara khusus hanya mengangkut barang untuk orang kaya saja.

Coba perhatikan jalan tol Jakarta-Cikampek itu. Ada setidaknya 60% penggunanya yang bukan kendaraan pribadi, tapi truk dan bis. Truk-truk ini mengangkut berbagai barang industri yang diolah di berbagai pabrik di Tangerang, Bekasi, dan Karawang. Ketiga wilayah pusat industri moderen ini dihubungkan dengan jalan tol.

Tidak perlu kecerdasan luar biasa untuk paham bahwa kegiatan ekonomi berupa industri manufaktur itu hanya untuk orang kaya. Di situ bekerja jutaan pekerja, yang menjadi terpenuhi kebutuhan hidupnya karena industri itu. Juga diproduksi berbagai barang kebutuhan untuk semua lapisan masyarakat. Di situ juga diproduksi barang-barang ekspor yang mendatangkan devisa. Hal-hal seperti seharusnya sudah dipahami oleh anak-anak SMP melalui pelajaran IPS.

Sungguh tolol kalau ada orang menganggap jalan tol itu tidak perlu. Lihat saja Malaysia, jalan tol di Malaysia jauh lebih panjang. Bisa Anda bandingkan lewat Google Map. Seluruh negara bagian di wilayah semenanjung sudah terhubung dengan jalan tol. Dibanding Malaysia, infrastruktur jalan Indonesia tertinggal lebih dari 25 tahun!

Kenapa masih ada orang mengomeli Jokowi yang bekerja mengejar ketertinggalan? Padahal Jokowi juga tidak melulu membangun jalan tol. Jalan TransPapua itu bukan jalan tol. (Abdurakhman, H)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa. Hal yang sulit dipahami adalah tidak pernah kubu oposisi memberikan …