Home / Sosial / Kebebasan Radikal vs Tirani-Tirani Bagian 4
Tanda Keruntuhan Imperium Americanum

Kebebasan Radikal vs Tirani-Tirani Bagian 4

Spiritualitas Kebebasan Radikal vs Tirani-tirani 4. Tanda-tanda keruntuhan Imperium Americanum. Kita lanjut ngobrol. Ada tanda-tanda nyata mulai berakhirnya dominasi Imperium zaman now. Dan sebagian rakyat AS sudah menyadari hal itu, seperti tampak dalam video ini.

Tanda-tanda keruntuhan Imperium Americanum

Dari sejarah kita tahu bahwa keruntuhan suatu imperium disebabkan faktor dalam (internal imperium) dan didukung faktor luar (eksternal imperium).

Faktor Internal.

1. Kontradiksi dalam negeri Amerika.

1.1. Kemiskinan sebagian rakyat AS

AS menghamburkan dana besar untuk campur tangan di pelbagai wilayah dunia. Sebagai contoh serangan AS (didukung Inggris dan Prancis) ke Suriah baru2 ini menghabiskan jutaan dollar, hanya sekedar untuk pamer. Keterlibatan AS di pelbagai wilayah memang butuh dana besar: di Afganistan, AS mengeluarkan $ 45 juta/ tahun, di Irak mengeluarkan $ 100 juta per tahun, dll. Sementara itu ada jutaan rakyatnya sendiri hidup dalam kemiskinan, tanpa makanan, tanpa pekerjaan dan tanpa rumah. Dan jutaan yang lain harus bekerja mati2an hanya untuk makan. Kemiskinan itu memicu tingginya tindak kejahatan di seantero negeri Akang Sam. Di dalam negeri keamanan warganya sendiri terus terancam.

1.2. Kelelahan rakyat AS melihat kebijakan kekerasan senjata.

Sejak keterlibatan AS di Vietnam memakan korban sangat besar, sudah menimbulkan gelombang protes rakyatnya. Protes lebih signifikan terjadi juga dengan keterlibatan AS di Irak. Belum lama ini gelombang protes juga melanda AS atas serangan ke Suriah yang memakan dana luar biasa besar. Rakyat Amerika sudah lelah dengan rangkaian kekerasan pemerintahnya.

Video di bawah ini menungkapkan kepedihan melihat kenyataan bahwa AS tidak lagi menjadi negara terkemuka di dunia, persis karena kemerosotan moralnya sendiri, khususnya karena sudah tidak ada lagi silih asih, silih asuh dan silih asah dalam keseharian hidupnya.

Globalisasi cinta dan kemanusiaan.

Globalisasi yang dimaksudkan untuk melindungi kepentingan AS di selurun dunia, berdampak juga pada globalisasi bela-rasa terhadap penderitaan di mana pun. Ingat saja demo besar di Seattle 1999, persis ketika konfrensi perdagangan dunia sedang berlangsung. Publik Amerika sendiri sudah merasa bahwa globalisasi (sebagaimana dimaksud pemerintah AS) hanya akan memperburuk kondisi kemanusiaan. Pengalaman penderitaan telah mempersatukan umat manusia untuk bersama bangkit.
Penderitaan karena kemiskinan, penindasan da kelaparan telah mempersatukan masyarakat dunia dalam kesadaran baru untuk saling memperhatikan dan saling menjaga diantara sesama penderita.

Faktor eksternal

Kebijakan luar negeri AS selalu mengedepankan kebenaran versinya sendiri. Kebijakan itu tentu menimbulakan reaksi negatif dari sebagian besar negara dunia. Kebanyakkan negara menginginkan hubungan internasional yang bermartabat, berdasarkan “duduk sama rendah berdiri sama tinggi”. Yang satu tidak menjadi sheriff (istilah dari Nicky Halley) bagi yang lain.

Masyarakat dunia menyadari betul bahwa kebijakan senjata AS lah yang menimbulkan struktur tidak-adil, dan pada gilirannya melahirkan gerakan-gerakan fundamentalis ekstrim, teroris dan perang. Hasil akhirnya hanyalah penderitaan.

Solidaritas antar bangsa mulai terpupuk karena merasakan penderitaan yang sama. Kerja sama selatan-selatan terus menguat. Juga gerakan solidaritas Asia-Afrika yang dimotori Indonesia, kembali bangkit dari tidur panjangnya. Itulah bentuk kerjasama dan solidaritas dg prinsip kesejajaran. Bentuk relasi internasional bermartabat dan manusiawi.

Gerakan “kembali ke (bersahabat dengan) alam”

Industrialisasi yang sudah membelenggu umat manusia disadari lebih banyak menghasilkan bencana. Bencana plastik sudah merobek bumi. Penggunaan mesin-mesin dengan polusi tinggi, sudah menaikan suhu bumi dan mencaikan es di kutub utara dan selatan. Pencairan es kutub dalam waktu dekat akan menjadi bencana baru. Beberapa negara pesisir seperti Banglades, beberapa wilayah Indonesia, dipastikan segera tenggelam.

Gerekan hijau sudah mendunia. Kritik-kritik gerakan ini terhadap ekploatasi alam tak bertanggung-jawab semakin menarik perhatian umat manusia. Perlombaan senjata pun memperoleh tantangan dari bermacam kelompok perdamaian. Sejarah membuktikan bahwa senjata tidak pernah bisa menyelesaikan persoalan dengan tuntas.

Ini akan terus berlanjut menjadi revolusi damai besar. Revolusi damai ini yang akan menjadi penyumbang besar dalam proses keruntuhan Imperium Americanum. Tak ada satu kekuatan senjata manapun yang mampu membendung revolusi damai. Revolusi inilah yang akan melahirkan kepemimpinan Amerika yang jauh lebih lembut dan berhati.

Penjaga moral yang immoral.

AS selalu berdalih sebagai penjaga moral dan kemanusiaan. Tetapi masyarakat AS sendiri sudah tidak mempercayai hal itu, demikian juga masyarakat dunia. Alih-alih mendukung kemanusiaan, AS justru menimbulkan bencana kemanusiaan dipelbagai wilayah dunia.

Selama perang dingin, AS terlibat dengan dalih mencegah meluasnya komunisme. Setelah komunisme runtuh, AS terus meraja-lela dengan dalih kemanusiaan. Tetapi kita semua tahu bahwa itu sekedar dalih untuk menjaga kepentingan-kepentingannya sendiri (dan juga kepentingan barat). Kemanusiaan lah yang dikhianati! Inilah yang paling mendasar dan menjadi alasan utama segera runtuhnya dominasi Imperium AS. Terlalu banyak kebohongan publik dikemukakan pada dunia dengan dukungan media massa arus utama barat.

 

Sekian dulu. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan YME. Salam damai selalu. Selamat malam. (Winardi FI)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Spiritualitas Kebebasan Radikal vs Tirani-Tirani

Spiritualitas Kebebasan Radikal vs Tirani-Tirani

Spiritualitas Kebebasan Radikal vs Tirani-Tirani (1). Pendahuluan. Bro n Sis, saya bikin tulisan panjang, jadi …