Home / Internasional / Krisis Suriah Pasca Direbutnya Aleppo
Krisis Suriah
Bashar-Al-Assad-Krisis-Aleppo

Krisis Suriah Pasca Direbutnya Aleppo

Krisis Suriah semakin memburuk, selain krisis air, kini ada tambahan musibah yang menimpa warga Damaskus, setelah Daesh mengebom instalasi gas Syria di Hayan. Gas menjadi sangat penting bagi Syria, setelah pada 2002, pemerintah Syria mengutamakan penggunaan gas sebagai pengganti 80% kebutuhan sehari-hari dalam upayanya untuk mempromosikan energi yang lebih ramah lingkungan.

Hayan, merupakan instalasi yang memproses dan mendistribusikan gas ke seluruh pembangkit listrik di Syria. Dengan air yang terputus di Wadi Barada, dan instalasi gas yang hancur di Hayan, pihak ‘jihadis’ bersama dengan Daesh sedang menggelorakan perang dalam skala penuh terhadap State of Syria, yang diwakili oleh ibukotanya, Damaskus.

Fase perang baru ini merupakan respon atas terbebasnya Aleppo, dan praktis menjadikan kemenangan Syria menjadi kurang berarti, karena Assad mewarisi negeri yang benar-benar hancur. Krisis Suriah benar-benar parah, instalasi gas di Hayan membutuhkan investasi luar biasa besar untuk bisa difungsikan kembali. Sebelumnya, di Wadi Barada, ‘jihadis’ mengklaim bahwa serangan udara AU Syria terhadap salah satu instalasinya yang memulai kelangkaan air tersebut. Serangan ini terjadi setelah elemen Nusra mencampurkan ribuan galon solar ke dalam pipa-pipa air minum menuju Damaskus tersebut.

Namun perlu dicatat, bahwa sejak pihak ‘oposisi’ menguasai Wadi Barada pada 2012, tak satupun penduduk Damaskus yang berani menggunakan air tersebut untuk konsumsi. Air dari Wadi Barada hanya digunakan untuk mencuci dan kebutuhan sanitasi saja, karena bahaya inheren watak ‘oposisi’ yang menguasainya.

Assad mengambil pilihan yang pragmatis, dengan tak mau melakukan upaya untuk merebut Wadi Barada, yang ia takutkan akan turut menghancurkan instalasi air, atau setidaknya, menjadi dalih bagi ‘oposisi’ untuk menghancurkannya. Selama lebih dari 4 tahun berlangsungnya krisis Suriah, Assad menggunakan metode negosiasi tambal-sulam, karena begitu terbiasanya ‘oposisi’ mematikan air saat meminta sesuatu. Saat pemutusan air berlangsung lebih lama dari biasanya, Assad akan mengutus negosiator ke Wadi Barada, untuk mencari tahu keinginan ‘jihadis’ di sana.

Namun beberapa waktu lalu, pemutusan berlangsung sangat lama, dan negosiator pulang dengan tangan hampa. SAA merespon hal ini dengan keras, dan Assad sudah mengiyakan rencana untuk membebaskan Wadi Barada, meski ada resiko instalasi tersebut rusak dalam prosesnya.

Kemarin, sebuah tim teknis yang berhasil masuk ke salah satu instalasi Wadi Barada yang dikabarkan hancur karena serangan udara, memastikan bahwa kerusakan yang ada sangat minim, dan air bisa dialirkan kembali dari 24 jam. Strategi perang mujahilin ini sepenuhnya meniru cara Daesh, yang sempat memutus sumber air penduduk Aleppo dari sungai Furat, beberapa waktu silam.

Hayan, menjadi babak baru peperangan yang dilancarkan mujahilin pada warga sipil Damaskus. Sayangnya, tidak seperti Wadi Barada yang bisa diselamatkan, pemboman Daesh di Hayan akan membuat Syria benar-benar pincang, dan memutar otak ekstra keras untuk memenuhi kebutuhan dasar warga sipilnya.

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Solusi Palestina

Opsi Solusi Palestina atas Konflik dengan Israel

Solusi Palestina. Secara umum, ada dua jenis opsi yang ditawarkan para pemikir dan pengkaji Timteng …