Home / Politik / Manuver Prabowo Subianto dan Amien Rais
Manuver Prabowo Subianto dan Amien Rais

Manuver Prabowo Subianto dan Amien Rais

Manuver Prabowo Subianto dan Amien Rais. Sepertinya bukan rahasia umum bahwa hubungan PKS dan Gerindra menemui jalan buntu. Ini terbukti lambatnya Gerindra mengumumkan koalisi Capres dan Wapres. Padahal kita semua tahu bahwa PS adalah satu satunya calon Presiden yang paling diunggulkan berhadapan dengan Jokowi. Mengapa ? Keliatannya Gerindra berpatokan kepada hasil survey independent bahwa suara PKS tidak efektif menjadikannya sebagai Presiden. Apalagi berdasarkan survey , PKS kemungkinan akan gagal mencapai ambang batas untuk maju ke Senayan. Gerindra di kelola oleh elite eks TNI yang sangat menguasai inteligent. Mereka paham sekali bahwa akar rumput PKS tidak seloyal yang dibayangkan. Tentu Gerinda lebih memilih mendekat kepada akar rumput daripada PKS. Dan akar rumput itu dikuasai oleh FPI, FUI, Alumni 212 dimana HRS dan AR sebagai tokoh sentral.

Disamping itu, mendekati HRS dan ARS bagi Gerindra adalah cara taktis untuk memotong manuver SBY bersama PD yang akan membentuk poros ketiga mengusung Capres dan Wapres. Namun yang jadi masalah bagi Gerindra adalah kekurangan akan logistik untuk memimpin pertarungan merebut RI-1. PKS kalau dapat dukungan dari Gerindra untuk mendapat jatah wapres tentu akan mudah menarik akar rumputnya untuk mendapatkan logistik namun Gerindra tidak ingin PKS sebagai perantara soal biaya logistik. Akan lebih baik bagi Gerindra deal langsung dengan akar rumput PKS, yang dikomandani oleh ormas islam yang punya koneksi dengan pengusaha.

Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana nasip HRS? apakah HRS akan menerima hasil munas Persaudaran 212 untuk dicalonkan sebagai presiden? atau menjadi king maker menjadikan PS sebagai Presiden dan AR sebagai Wapres. Kalau sampai PKS ikut koalisi tanpa jatah Wapres, hanya sebagai pemenuhan syarat suara bagi PS mencalonkan maka HRS dan AR akan tampil sebagai kandidat. Entah Capres atau wapres. Kemungkinan PD akan gagal membentuk koalisi untuk membentuk poros tersendiri. Kemungkian PD akan bergabung dengan PDIP mengusung Jokowi. Kalau tidak , PD akan hancur dalam pemilu 2019.

Kita tidak tahu bagaimana ending percaturan politik menjelang pedaftaran kandidat Pilpres bulan agustus nanti. Yang jelas kalau sampai PS atau HRS atau Amien Rais masuk dalam gelanggang pertarungan Capres maka yang terjadi adalah pemilu yang paling menarik sepanjang sejarah reformasi. UUD 45, Pancasila, NKRI, dan UU Ormas, UU Pemilu, UU anti teror diuji kekuatannya untuk melahirkan Pemilu yang damai dan bermartabat. Jokowi akan dapat lawan yang tidak mudah walau kemungkinan besar Jokowi menang juga tidak sulit. Nah tugas kita semua harus mengawal proses ini dengan baik.

Lawan jokowi bukan oposisi tetapi HOAX dan Fitnah. Selagi kita bisa bersatu dalam barisan kokoh mengcounter HOAX dan fitnah lewat sosial media , interaksi dengan teman dan keluarga maka Jokowi akan menang mudah. (Bandaro EJ)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Prabowo Subianto Kehilangan Peluang

Prabowo Subianto Kehilangan Peluang?

Prabowo Subianto Kehilangan Peluang? PAN mengundang Gatot Nurmantyo untuk membahas PEMILU dan arahnya PAN mengarahkan …