Home / Agama / Memahami Makna Ciptaan Tuhan
Pelangi Ciptaan Tuhan

Memahami Makna Ciptaan Tuhan

Sejak kecil kita telah diajari lagu Pelangi yang liriknya berbunyi “Pelangi alangkah indahmu. Merah kuning hijau di langit yang biru. Pelukismu agung siapakah gerangan. Pelangi, pelangi, ciptaan Tuhan.” Yang mengusik pikiran saya adalah, benarkah pelangi adalah ciptaan Tuhan?

Sesungguhnya pelangi hanyalah pembiasan cahaya putih matahari yang dibiaskan oleh titik-titik air hujan menjadi 7 spektrum warna. Hal ini juga bisa dilakukan dengan cara membiaskan cahaya putih pada sebuah prisma kaca di laboratorium. Jadi pelangi bukanlah ciptaan Tuhan secara langsung namun tercipta melalui sebuah proses dan mekanisme alam yang akan berlaku sama dimana saja. Tuhan ga ngurusin soal pelangi. Betapa sibuknya Tuhan jika Dia harus menciptakan secara satu persatu pelangi yang biasanya muncul sehabis hujan di seluruh dunia.

Ini seperti juga sebuah batu. Batu tidak diciptakan oleh Tuhan melainkan melalui sebuah mekanisme alam dimana terjadi pembekuan lahar yang berasal dari magma di dalam perut bumi yang terbawa keluar bersamaan dengan letusan gunung. Namun logika sederhana agama mengajarkan bahwa semua adalah ciptaan Tuhan. Maka dengan logika yang sama kita juga bisa mengatakan bahwa mobil adalah ciptaan Tuhan. FB adalah ciptaan Tuhan. Narkoba ciptaan Tuhan. Kartu judi ciptaan Tuhan. ISIS ciptaan Tuhan. Zionis ciptaan Tuhan dan lain sebagainya.

Yang jelas sains mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada sesuatu yang tercipta dengan sendirinya melainkan semuanya terjadi melalui sebuah proses dan mekanisme tertentu. Maaf, bahkan agamapun juga tercipta dengan cara demikian, melalui proses dan mekanisme tertentu dan bukan jatuh secara tiba-tiba dari langit.

Agama tidak dicipta oleh Tuhan secara langsung namun melibatkan banyak proses. Ada unsur karakter / kepribadian tokoh sentral / pendirinya yang terlibat, ada unsur kultur, budaya, geografis, geososiologis, latar belakang sejarah, politik dll dimana agama tersebut lahir dan berkembang, kebijakan politik, intrik perebutan kekuasaan dan lain sebagainya yang pada akhirnya menentukan warna dan bentuk bulat lonjongnya suatu agama.

Logika-logika agama kadang terlalu sederhana dan disederhanakan (misal : pelangi diciptakan Tuhan seperti tadi). Di satu sisi hal ini adalah baik karena bisa mempermudah pemahaman orang awam. Tapi di sisi lain, pemahaman-pemahaman yang terlalu sederhana dan menyederhanakan masalah seperti ini justru juga bisa mencipta masalah baru (misal : Tuhan benci orang kafir, orang kafir musuh Tuhan dan lain sebagainya yang berujung pada konflik sosial dan politik sebagaimana yang telah terbukti dalam sejarah dan juga di Indonesia akhir-akhir ini).

Bagi para peneliti yang jujur, netral dan obyektif, seringkali logika agama terasa konyol dan absurd. Dan hal ini seringkali karena “logika-logika yang disederhanakan” tadi. Tapi sayangnya ketika ada orang yang berpikir kritis, progresif dan inovatif dalam hal pemikiran keagamaan maka dia akan langsung dihakimi dan dituding sebagai sesat, kafir dan bakal dibakar Tuhan selamanya di dalam neraka. Inilah yang membuat masyarakat yang terlalu fanatik dalam hal agama justru biasanya menjadi masyarakat yang mundur dan terbelakang.

Pemikiran yang netral, obyektif, kreatif dan inovatif biasanya hanya ada dalam hal sains dan tehnologi. Dan itulah sebabnya negara-negara yang maju dalam pendidikannya juga berhasil menjadi negara yang unggul dan menjadi motor penggerak peradaban dunia. Sekarang bayangkan bagaimana jika agama dan sains bisa duduk sejajar dan seimbang. Peradaban ajaib seperti apakah yang akan bisa dicapai oleh umat manusia? Itulah peradaban ras manusia ke enam dan ketujuh yang akan muncul dan tercipta di planet bumi ribuan hingga puluhan ribu tahun lagi…..

Salam Waras

(NB : Berdasar logika “pelangi ciptaan Tuhan” tadi maka dengan ini saya umumkan bahwa tulisan ini juga adalah ciptaan Tuhan hehe….. Lah terus spesies manusia itu hasil evolusi atau ciptaan Tuhan yang jatuh tiba-tiba dari langit ? Modyaaaarrrr !!!! ) (Zazuli, M)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Islam dan Terorisme

Hubungan Agama Islam dan Terorisme

Hubungan Agama Islam dan Terorisme. Apakah Islam menjadi sumber ajaran terorisme? Ya. Buktinya sederhana, yaitu …