Home / Agama / Memahami Makna Kata Takbir
Takbir Keliling

Memahami Makna Kata Takbir

Banyak orang menyuarakan yang tak jelas dalam sosial media mereka, terutama yang lagi puber agama. Sedikit-sedikit tersinggung, sedikit-sedikit menyerukan kata kafir. Padahal pemahaman agamanya sama-sama cetek dengan orang yang dituduhnya, dihinanya, yang jadi “lawannya” dan lain sebagainya. Banyak macam yang jadi bahan pembahasan orang puber agama tersebut, termasuk salah satunya adalah kata takbir yang sebenarnya jika mereka paham itu adalah sakral dan tidak semestinya menyuarakan dengan seenaknya apalagi untuk berkata atau berniat buruk, seperti yang mungkin kalian lihat dalam suatu video yang pernah viral. (Antimedia)

Memahami Makna Kata Takbir

Takbir itu bukan tos sambil mengangkat kaleng beer. Bukan juga minta di traktir. Bukan pula Tuhan maha besar, itu hanya arti terjemahannya saja.

Pemahaman kata itu tepatnya adalah menyaksikan kehendak atau ciptaan Tuhan yang lebih, lebih dan lebih maha dan maha besar dari prasangka kita.

Suatu keadaan batin akan ketakjuban yang luar biasa, yang anda saksikan akan sesuatu atau peristiwa yang baru anda saksikan atau temui. Keadaan batin yang anda merasa tidak ada apa apanya, dibandingkan keadaan atau kejadian itu.

Kata itu berujung kepada pengakuan bukan pelampiasan.

Takbir yang kita kenal sekarang adalah, suara komando untuk mulai melakukan kekerasan, diteriakan oleh orang orang yang sebenarnya pengecut.

Kata ini bukanlah untuk mengajak melakukan kekerasan itu sesungguhnya bukan lah yang dimaksud, tapi rasa takut. Karena takut itulah, mereka teriak kata itu untuk bersembunyi di belakang nama Tuhan.

Di zaman sekarang, suara takbir membuat pengusaha menutup tokonya. Orang orang berlari sembunyi ke dalam rumah. Karena kata itu sudah seperti sirine tsunami bakal terjadinya marabahaya.

Begitulah kira kira pengertiannya menurut pemahaman saya.

Bukan seenaknya saja, sikit sikit takbir. Mau masuk bis, bis berangkat, habis mencaci, dipanggil polisi, divonis hakim, dan atau dapat nasi bungkus karet dua, takbir.

Takbirlah ke dalam diri kita sekeras-kerasnya, karena diri adalah jalan mengenal Tuhan.

Dengan mengenalNya, kita akan berprilaku lembut, cinta dan kasih ke semesta alam, itulah yang disebut Islam. (De Fatah)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Islam dan Terorisme

Hubungan Agama Islam dan Terorisme

Hubungan Agama Islam dan Terorisme. Apakah Islam menjadi sumber ajaran terorisme? Ya. Buktinya sederhana, yaitu …