Home / Nasehat / Menjadi Orang yang Berpikir Terbuka
Berpikir Terbuka

Menjadi Orang yang Berpikir Terbuka

Berpikir terbuka. ( Revolusi mental ). Semua tahu parasut. Itu alat agar orang bisa selamat terjun dari udara. Gaya grativisi menarik manusia ke bumi dengan elegan. Lantas apa yang terjadi bila parasut itu tidak terbuka ketika anda terjun ? selesai urusannya. Tewas. Begitulah analogi berpikir terbuka. Pikiran kita adalah parasut agar kita selamat dalam kehidupan dan itu hanya efektif bila parasut terbuka, PIkiran terbuka menjadikan kita bisa berkembang karena waktu untuk berubah menjadi lebih baik. Berpikir terbuka bukan berarti kita menerima begitu saja pemikiran orang lain. Berpikir terbuka itu kita tahu kita benar namun tidak otomatis mengatakan orang salah. Artinya kita membuka diri atas opini orang lain yang berbeda.

Sejak usia tamat SMU sampai sekarang telah 36 tahun saya lewati hidup sebagai orang dewasa. Saya pernah bekerja dan akhirnya berhenti untuk jadi pengusaha. Sebagai pengusaha saya telah melakukan semua jenis bisnis. Dari dagang, industri manufaktur dan jasa. Masing masing jenis usaha beragam bidang usaha pernah saya lakukan. Cobalah kalau saya tidak berpikir terbuka, mungkin sampai sekarang tetap jadi pegawai dengan ijazah SMU dan menua tanpa berbuat hal yang berarti. Atau bisa saja terus terpuruk ketika bangkrut sebagai pedagang. Tetapi dari kegagalan itu saya pindah ke manufaktur dan terus bidang jasa. Dari beragam bidang usaha yang saling bertolak belakang itu tidak mungkin bisa saya lewati bila saya tidak bisa berpikir terbuka.

Tiap bidang usaha dan lapangan bisnis itu tentu saya bertemu dengan beragam orang lintas agama, budaya dan suku, pendidikan. Kalau saya paranoid terhadap orang lain maka tentu saya akan menutup diri dari orang lain. Pasti saya akan terasing dari pergaulan. Rezeki pasti menyempit. Itu sebabnya saya tidak berminat dengan orang yang berpikir terutup. Karena tidak ada untungnya bagi perkembangan jiwa saya. Apalagi pikiran tertutup atau mind block itu menimbulkan kebencian kepada orang yang tidak disukainya. Orang jenis ini bukannya saya benci tetapi saya anggap dia sudah menentukan sikap menutup dirinya. Itu pilihan hidupnya. Saya nyatakan sikap juga bahwa saya berbeda dengan dia. Hikmahnya saya bisa damai dalam perbedaan. Tanpa harus membenci dan baper atas sikapnya.

Untuk berpikir terbuka kita harus punya kemampuan melepaskan diri dari kekakuan bahwa kita paling benar dan merasa berada di zona nyaman. Dengan demikian walau bertentangan sekalipun pemikiran orang lain, itu tidak membuat kita stress. NIkmati saja perbedaan itu dengan pikiran terbuka. Kalau baik anggap sebagai penambah wawasan, Kalau tidak baik maka anggap itu sebagai latihan jiwa untuk bijak. Apapun itu baik bagi orang yang berpikir terbuka. (Bandaro EJ)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Pelajaran Kesabaran dari Seorang Jokowi

Pelajaran Kesabaran dari Seorang Jokowi

Pelajaran kesabaran dari seorang Jokowi.( Revolusi mental ).“Saya nggak apa-apa dikatakan presiden gila, presiden saraf, …