Home / Sosial / Merosotnya Harta dalam Bisnis
Merosotnya Harta

Merosotnya Harta dalam Bisnis

Merosotnya harta, (bisnis). Katakanlah emiten melepas 1 juta lembar saham atau 10% dari total sahamnya di bursa dengan harga per lembar Rp.10.000 per lembar saham. Maka total nya 10% saham yang dilempar ke bursa itu sebesar Rp. 10 miliar. Tetapi total Market capitalisasi saham seluruhnya atau 100% adalah sebesar Rp. 100 miliar. Harga realnya bisa saja hanya 10% dari nilai pasar. Nah katakanlah anda sebagai pemegang saham emiten itu maka nilai kekayaan anda naik 10 kali lipat. Hebat, kan. Tetapi nilai itu tidak tetap. BIsa naik , bisa juga terjun bebas. Namun perusahaan bisa menggunakan indikasi markap itu untuk me-leverage saham yang belum di lepas di bursa untuk mendapatkan pinjaman dari bank atau pasar. Bisa dengan skema REPO Atau menggadaikan saham dengan Top Up sesuai harga pasar. Sehingga emiten dapatkan financial resource meningkatkan kinerja.

Dengan skema tersebut diatas maka apabila terjadi penurunan harga saham di pasar maka yang korban adalah pasar uang terlebih dahulu termasuk perbankan. Menurut Bloomberg, Jumat (2/3/2018), kekayaan investor kawakan dan pimpinan Berkshire Hathaway Inc Warren Buffett dilaporkan berkurang 3,74 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 51,6 triliun. Kekayaan pendiri dan CEO Facebook Inc Mark Zuckerberg tercatat anjlok 3,71 miliar dollar AS atau sekitar Rp 51,1 triliun. Pendiri Alphabet Inc ( google ) Larry Page dan Sergey Brin pun harus rela kekayaannya menguap masing-masing 3 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 41,4 triliun.

Miliarder asal Spanyol dan pendiri jaringan ritek mode Zara Amarcio Ortega pun kehilangan kekayaan sebesar kira-kira 2,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 34,5 triliun. Semua data tersebut disajikan oleh Bloomberg Billionaires Index. Portal tersebut memberikan data pergerakan kekayaan para miliarder dunia secara real time. Dalam sepekan ini, 500 orang terkaya di dunia kehilangan kekayaan sebesar total 128 miliar dollar AS. Jumlah tersebut melampaui kapitalisasi pasar Netflix Inc atau McDonald’s Corp. Kekayaan para miliarder AS tercatat menghilang sebesar 55 miliar dollar AS.

Hal tersebut sudah nampak awal Maret, indeks S&P 500 melemah 1,3 persen. Dengan demikian, selama tiga hari berturut-turut, indeks S&P 500 anjlok 3,7 persen. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 420 poin setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bakal menerapkan tarif impor untuk produk metal dari luar negeri. Investor juga merespon testimoni yang disampaikan Gubernur bank sentral AS Federal Reserve Jerome Powell di hadapan Kongres. Pernyataan Powell memicu spekulasi bahwa The Fed berencana mempercepat laju pengetatan kebijakan moneter melalui jalur suku bunga. The Fed diperkirakan menaikkan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) sebanyak 3-4 kali tahun ini.

Krisis akan terus berlanjut dan semua negara sibuk berjuang focus menghadapi krisis ini dengan kebijakan pengamanan. Contoh pemerintah China sudah menetapkan aturan untuk membantu likuiditas pasar modal agar bursa tidak jatuh. Saat ini kekayaan para miliarder China tercatat hilang sebesar 14 miliar dollar AS. Sumber pendapatan pajak menurun, nilai kekayaan jatuh, sistem kapitalisme sedang diuji dalam situasi tersulit menghadapi badai krisis struktural. (Bandaro EJ)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Tirani Konsumerisme

Kebebasan Radikal vs Tirani-Tirani Bagian 2

Spiritualitas Kebebasan Radikal vs Tirani-tirani (2). Tirani Konsumerisme. Selamat malam semua, sesuai dengan janji saya …