Home / Sosial / Narkoba: Perspektif Korban vs Bertanggung Jawab
Narkoba

Narkoba: Perspektif Korban vs Bertanggung Jawab

Semua masalah tak hanya dapat dipandang dari satu sisi saja, termasuk narkoba. Permasalahan yang satu ini perlu juga dilihat dari pelbagai perspektif, mulai dari sudut pandang korban, hingga sudut pandang yang bertanggung jawab. (Antimedia)

Narkoba: Perspektif Korban vs Perspektif Bertanggung Jawab

Perspektif korban itu cirinya adalah menyalahkan pihak lain. Diri sendiri tidak salah. Diri sendiri hanya korban yang tak berdaya. Karena diri sendiri tak bersalah, maka tak ada hal yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya. Keadaan hanya bisa diubah kalau pihak lain mengubah perilakunya.

Lawannya adalah prespektif bertanggung jawab. Fokusnya pada diri kita. Kita punya kekuataan untuk mengubah dan mencegah hal buruk, dan menciptakan hal-hal positif. Kondisi buruk dapat kita ubah dengan mengubah sikap-sikap kita.

Dengan mengubah sudut pandang atau perspektif kita bisa lebih jernih melihat masalah. Yang terpenting, kita tahu apa yang harus kita lakukan.

Dalam hal narkoba, ceritanya begini.

Perspektif korban
Generasi muda jadi korban narkoba. Kenapa? Karena narkoba banyak beredar. Kenapa banyak? Karena ada pihak (negara) luar yang memang menargetkan negara ini sebagai pasarnya. Mereka memang hendak menghancurkan negara kita. (Ditambah lagi: itu karena mereka kafir yang sejak dulu membenci agama kita.)

Perspektif bertanggung jawab
Generasi muda jadi korban narkotika dan obat terlarang.
Sebabnya:
1. Mereka tidak punya visi dan motivasi.——> Solusi: Didik mereka agar punya visi dan motivasi.
2. Broken home, hubungan dengan orang tua buruk.——> Solusi: Bangun keluarga yang harmonis, bangun komunikasi yang baik dengan anak.

Narkoba banyak beredar.
Sebabnya:
1. Jalur impor banyak.——> Solusi: Perketat pengamanan.
2. Penegakan hukum lemah. Aparat ikut bermain. ——> Perbaiki kinerja aparat, tegakkan hukum, tindak tegas aparat yang bejat.

Bagi saya, hal terpenting yang bisa saya lakukan dalam hal narkoba adalah memberi anak-anak muda mimpi, dan mengajari mereka cara mewujudkan mimpi itu. Pengalaman pribadi saya, karena saya punya mimpi, saya tidak tergiur oleh berbagai godaan kenakalan yang merusak.

Kedua, komunikasi dengan anak adalah kunci. Maka saya fokus menjaga komunikasi dengan anak-anak, dan mengajak para orang tua melakukannya.

Bagaimana dengan Anda? (Abdurakhman H)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Tirani Konsumerisme

Kebebasan Radikal vs Tirani-Tirani Bagian 2

Spiritualitas Kebebasan Radikal vs Tirani-tirani (2). Tirani Konsumerisme. Selamat malam semua, sesuai dengan janji saya …