Home / Sosial / Negara yang Disebut Negara Kafir
Negara Kafir

Negara yang Disebut Negara Kafir

Sering kali kebanyakan masyarakat kita, terutama yang beragama lslam, menyebut negara negara yang mayoritas penduduknya beragama selain lslam, dijuluki negara kafir. Dan kebanyakan yang disorot adalah negara negara yang dijuluki sebagai orang barat, seperti dataran benua Eropa, Amerika dan Australia.

Sedangkan Asia Timur dan Afrika Utara, yang disebut juga jazirah Arab, adalah sebagai negara negara lslam. Tapi apakah negara negara yang identik dengan lslam, menjalankan roda pemerintahannya sesuai dengan syariat lslam…? Sebagian ada, kebanyakkan tidak.

Apakah di negara negara yang identik dengan lslam itu, perdamaian selalu tercipta..? Sebagian mengalami nasib tragis dan dalam keadan berperang dengan saudaranya sesama muslim. Dan ini sangat miris sekali. Sesungguhnya rakyat menjadi korban keberingasan politik dan kekuasaan serta korupsi.

Di negara Arab Saudi sendiri yang nota bene sebagai negara yang telah melahirkan Nabi akhir zaman Muhammad SAW. Negara penyebar agama lslam yang telah menyebarkan ajarannya kebanyak negara negara didunia ini, tidak terlepas dari kasus korupsi dan memperkaya diri, termasuk keluarga kerajaan.

Jadi di negara negara yang identik dengan lslam dan bukan negara kafir, tidak menjalankan roda pemerintahannya sesuai syariat lslam.

Aku pernah lama tinggal menetap di Eropa, di negara Jerman. Dan tentu saja aku sedikit tahu kehidupan masyarakat Jerman dan bagaimana pemerintah menjalankan roda pemerintahannya.

Jerman sudah tentu termasuk negara yang dicap sebagai negara kafir oleh sebagian masyarakat muslim negeri ini, karena mayoritas rakyat Jerman pemuluk Nasrani, baik itu Katolik dan Evangelis. Tapi tahukah kalian kalau pemerintah Jerman, menjalankan roda pemerintahannya laksana menjalankan syariat lslam..?

Aku bilang ya benar, pemerintah Jerman menjalankan roda pemerintahannya laksana syariat lslam. Kenapa..?
Coba kita lihat keadaan masyarakatnya yang makmur. Bukankah merupakan syariat lslam untuk pemerintah/penguasa agar memakmurkan rakyatnya..?

Korupsi yang begitu nyaris tidak ada, bukankah ini syariat lslam agar pemimpin tidak dzolim kepada rakyatnya..?
Kota kota yang bersih, sungai sungai yang bersih, hutan hutan yang terjaga, masyarakatnya yang begitu menjaga dan menghargai alam. Bukankah kebersihan sebagian dari iman..?

Mereka mempunyai sifat ksatria dan etika malu (dalam hal ini anggota parlemen, bukan masyarakat yang malah mempunyai budaya Frei Kultur Körper/budaya telanjang tanpa busana), jika mereka melakukan kesalahan dalam menjalankan amanah rakyat, mereka sangat ksatria untuk meminta maaf pada masyarakat dan mengundurkan diri dari pemerintahan/parlemen.

Apakah hal hal yang saya sebutkan diatas berlaku di negeri kita..?

Rakyat lndonesia ini belum makmur dan berkeadilan yang merata. Tapi saya melihat pada kepemimpinan Presiden Jokowi, keadilan ini sedang dibangun. Keadilan untuk seluruh rakyat lndonesia ini sedang dilaksanakan. Coba lihat harga BBM di Papua, kini harganya sama dengan pulau pulau lainnya. Pembangunan infrastruktur sedang dilaksanakan dimana mana. Bukankah ini untuk manfaat masyarakat lndonesia..?

Harus kita akui pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi ini tentu saja belum sempurna, masih banyak kekurangan, tapi Presiden Jokowi terus berusaha memperbaikinya. Berapa kali mengadakan reshufle menteri menterinya. Bukankah itu pertanda memperbaiki kekurangannya agar menjadi lebih baik..?

Tapi coba kita lihat pada Parlemen negeri ini, banyak sekali anggota dewan yang kelakuannya nyeleneh. Tak tau malu dan biangnya korupsi. Apakah mereka mereka yang terindikasi dan telah menjadi terdakwa kasus korupsi mempunyai sifat ksatria dan rasa malu..?

Mereka malah coba mengelak dan berusaha membela diri dengan beragumentasi. Apakah sifat sifat seperti itu sesuai dengan syariat lslam..?

Dan kita sebagai masyarakat, sudahkah kita berkaca diri..? Punyakah kita juga budaya malu..?
Sudahkah kita bersama menjaga alam dan menjaga kebersihan lingkungan kita..?

Kita sebagai masyarakat harus bangkit dan membantu kemajuan bangsa ini dengan memiki budaya malu. Malu melihat lingkungan yang kotor dengan menjaganya supaya bersih. Malu melihat banyaknya oknum penyelenggara negara yang korup dan kasus suap. Kita coba hindari dari diri kita sebagai masyarakat untuk tidak mencoba menyuap aparat. Insyaallah jika dari masyarakat tidak melestarikan budaya suap, hal hal yang buruk ini bisa segera diperbaiki.

Jadi jika negara ini ingin maju, maka harus maju cara berpikirnya.

Nanti saya tulis, bagaimana setiap orang di Jerman menerima tunjangan pensiun dan tunjangan sosial sehingga tidak resah akan hari tua dan terhindar hidup kelaparan. Bagaimana penyelenggaraan Per-Bank-an disana sehingga maju dan stabil. (Juned)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Tirani Konsumerisme

Kebebasan Radikal vs Tirani-Tirani Bagian 2

Spiritualitas Kebebasan Radikal vs Tirani-tirani (2). Tirani Konsumerisme. Selamat malam semua, sesuai dengan janji saya …