Home / Denny Siregar / Nikmat Itu Ada Dalam Pikiran
Nikmat itu ada dalam pikiran

Nikmat Itu Ada Dalam Pikiran

Tiba-tiba teringat seseorang yang sudah lama tidak bertemu.

Orang ini banyak mengajariku tentang hidup, tentang bagaimana mencari diri sendiri yang hilang ditengah hiruk pikuk keduniawian. Ia membantuku mengupas pemikiran-pemikiran dengan sudut pandang berbeda tentang perjalanan manusia di dunia.

“Bagaimana caranya ibadah dengan perasaan enteng ?” Tanyaku pada waktu itu. Jujur aku sering merasa berat ketika melakukan ibadah. Serasa ada kewajiban yang harus kulakukan setiap saat. Padahal aku pembenci rutinitas. Dan ibadah setiap waktu membuatku terbelenggu harus melakukan sesuatu.

Akhirnya ibadah menjadi beban. Dan terasa membosankan. Dan di setiap gerakan, berasa ada sekarung beras harus kupikul. Ingin cepat selesai dan kembali melakukan kegiatan.

Dia tersenyum seperti biasanya. Dan menyeruput kopi seperti ciri khasnya.

“Kamu pernah berada pada situasi sulit dimana kamu tidak punya pekerjaan, dan tidak punya uang ?” Tanyanya. Wah, kalau itu sih sudah langganan, pikirku. Berasa nyesek didada ketika berada pada situasi terendah dalam hidup kita

Dia melanjutkan, “Nah, dalam situasi yang sangat sulit itu, tiba-tiba ada orang yang memberikan pekerjaan dengan bayaran sejumlah uang yang bisa menyelesaikan masalah besarmu. Kira-kira apa yang kamu lakukan ??”

Tentu saja aku akan berterimakasih pada orang yang memberikan pekerjaan itu, dan dengan gembira melakukan pekerjaan karena ada harapan besar bisa menyelesaikan masalahku.

Temanku ketawa. “Pasti kamu gembira kan ? Berterimakasih pada dia kan ? Trus gimana kamu melakukan kerjaanmu ? Enteng kan ? ”

Dia menyeruput kopinya lagi.

“Ibadah itu seharusnya adalah kegembiraan. Ucapan terimakasih yang dihaturkan, karena Tuhan sudah memberikan banyak hal yang bahkan tidak mampu kita hitung dengan jari tangan.

Rasa terimakasih itu berbentuk rasa syukur. Ketika kita mampu menghadirkan pikiran kita dengan rasa syukur, maka semua yang kita lakukan akan tanpa beban.

Ya, seperti tadi saat kita dikasih pekerjaan pas waktu sedang sulit-sulitnya. Rasa syukur membuat segalanya menjadi lebih ringan, lebih mudah dan satu waktu semua itu akan menjadi kenikmatan..”

Aku terdiam. Ah, terasa tertohok diriku dan tertampar wajahku. Kenapa aku menjadi manusia yang tidak pernah berterimakasih dan bersyukur untuk semua nikmat yang kudapatkan ? Nikmat hidup, nikmat rejeki, nikmat kesehatan dan segala nikmat yang tak mampu kuhitung dengan jari tangan.

Bagaimana seandainya aku diberi sakit parah yang menguras harta ? Bagaimana seandainya aku terlahir buta dan tak mampu melihat indahnya dunia ? Bagaimana seandainya… Duh, banyak sekali kenikmatan yang kudapat tapi aku tak pernah menyadarinya.

Pada titik itulah sudut pandangku berubah. Dan aku belajar bersyukur akan segala hal, sampai sekecil-kecilnya karena itu perwujudan rasa terima kasihku padaNya.

Efek luar biasa dari rasa syukur yang terus terpelihara dalam pikiran adalah hidup menjadi lebih mudah dan tenang. Semua materi di dunia ini menjadi tidak berarti dibandingkan kenikmatan jiwa yang kudapatkan.

Terimakasih, teman. Sungguh berharga pelajaran yang kau berikan. Entah dimana kamu berada sekarang, semoga tulisan-tulisanku kau baca dan satu waktu kita dipertemukan.

Ijinkan aku menuang secangkir kopi untukmu sekarang.

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

kota misteri

Jakarta Kota Misteri

Sejak ditinggalkan Ahok, Jakarta mendadak menjadi kota misteri.. Misteri berawal dari Balaikota yang dulunya sangat …