Home / Politik / Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa
Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa. Hal yang sulit dipahami adalah tidak pernah kubu oposisi memberikan kritik yang membangun dan disampaikan secara komprehensif. Selalu kritik disampaikan dengan cara nyeletuk yang bisa menimbulkan beragam pengertian bagi orang awam. Bahkan para pendukung berusaha membuat Meme yang cocoklogi agar nampak sesuai dengan persepsinya. Maka jadilah ia hoax. Sebetulnya kalaulah partai oposisi bisa sedikit cerdas maka seyogianya mereka punya Team riset yang mempelajari data pembangunan. Atas dasar itu mereka bisa memberikan kritik cerdas dan sekaligus membangun image dihadapan konstituen nya. Tetapi ini selalu yang dilontarkan kritik yang justru membodohi konstituennya.

Makanya tidak aneh bila elektabilitas Partai oposisi berdasarkan survey semua turun. Bahkan ada dua partai terancam tidak lolos ke parlemen. Sementara PDIP terus naik elektabilitas nya. Mengapa? Karena PDIP walau partai pemenang namun terus memberikan kritik membangun kepada pemerintah terutama untuk Dapil yang merupakan basis PDIP. Dan terus mengarahkan kepada pemerintah agar focus untuk mengurangi ketimpangan GINI. Dalam debat di DPR keliatan Partai oposisi miskin kinerja. Tidak segarang mereka bicara di stasiun TV. Padaha perjuangan dan medan pertempuran mereka ada di DPR itulah agar bisa menghasilkan UU yang berkualitas.

Ada issue yang seharunya diangkat oleh oposisi menjelang pemilu ini. Apa itu? Pertama, soal solusi mengatasi ketimpangan GINI. Apa konsep yang kongkrit akan dilakukan ? UU apa saja yang akan direvisi? Gimana mengelola sumber daya yang lebih berkeadilan? Bandingkan dengan program yang sudah dijalankan oleh Jokowi. Kedua, mengatasi defisit? Apa saja UU yang akan direvisi agar sumber penerimaan meningkat dan pengeluaran efisien? Gimana teknis mengelola APBN yang lebih kredibel dibandingkan era Jokowi. Ketiga, penegakan hukum. UU apa saja yang akan direvisi? Apakah KPK memang masih perlu dipertahankan? Apakah anggaran aparat hukum ditingkatkan? Atau apalah.

Nah dengan tiga issue tersebut diungkapkan secara terpelajar di media sosial maupun media massa maka rakyat bukan hanya dapatkan informasi tetapi juga dapat pendidikan politik yang mencerdaskan dan menyehatkan. Tetapi… yang jadi masalah mengapa oposisi tidak punya kemampuan mengangkat issue yang cerdas? Karena niat yang salah dan malas kerja politik secara profesional ? Padahal mereka dibayar oleh rakyat. Orientasi mereka hanya bagaimana berkuasa diatas rakyat yang malas berpikir. Memang menakutkan dan tidak menjanjikan apapun soal masa depan. Untunglah tidak semua rakyat malas berpikir dan tetap Jokowi sebagai pilihan mereka. (Bandaro EJ)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Prabowo Subianto Kehilangan Peluang

Prabowo Subianto Kehilangan Peluang?

Prabowo Subianto Kehilangan Peluang? PAN mengundang Gatot Nurmantyo untuk membahas PEMILU dan arahnya PAN mengarahkan …