Home / Nasehat / Orang-Orang Istimewa yang Melindungi Anak Yatim
Orang-Orang Istimewa

Orang-Orang Istimewa yang Melindungi Anak Yatim

Orang-orang istimewa. (Kisah Inspiratif). Jam 10 malam. Hujan turun seperti dicurahkan dari langit. Udara dingin menyelimuti perbukitan itu. Semakin membuatku merapatkan kerah leher agar terasa hangat. Kalaulah bukan karena janji untuk bertemu dengan teman lama, tak mungkin aku sampai kemari. Apalagi dengan kabar dia sedang sakit keras. Kendaraan berselambat jalan mendaki. Supir menoleh kearah ku yang duduk disamping” pak jarak pandang semakin pendek. Apa engga sebaiknya kita berhenti sampai hujan reda” katanya dengan nada kawatir. Karena ini kali pertama dia ketempat ini. Apalagi dikiri ada jurang menganga. Saya mengangguk.

Ketika melewati kelokan nampak rumah dipinggir jalan. Kendaraan menepi untuk parkir. Kami tetap didalam kendaraan. Tak berapa lama nampak pintu rumah terbuka. Seorang pria dengan jas hujan berlari kearah kendaraan kami yang parkir. Di tangannya ada lampu badai untuk menerangi langkahnya. Aku segera membuka sedikit jendela kendaraan. Air hujan menerobos kedalam kendaraan. “ apa tidak sebaiknya mampir saja di gubuk kami” kata pria itu. Wajahnya menyiratkan usianya diatas 60 tahun. Entah mengapa saya segera keluar dari kendaraan. Supir juga ikut.

Didalam rumah nampak sangat sederhana sekali. Tidak ada korsi tamu. Hanya ada tikar. Cahaya didalam rumah mengandalkan lampu minyak. Petir datang menggelegar diiringi oleh angin kencang menerjang pintu rumah itu. Lampu minyak padam. Gelap seketika. Kulihat pak Tua itu berdiri untuk menghidupkan lampu, mungkin. Namun dia menghilang dibalik dapur. Lampu kembali terang. Tetapi terang sekali. Ini bukan rumah gubuk tetapi tepatnya kastil mewah. Hujan diluar tak lagi terdengar. Dari tangga meliuk bak ular yang menjulur ke bawah nampak seorang wanita cantik melangkah dengan anggun. Wajahnya tak ada senyum namun pancaran wajahnya menyiratkan dia ramah.

Wanita itu memberi isyarat agar kami duduk di sofa mewah. Tak lama hidangan mewah datang. Aku masih bingung dengan kejadian yang cepat berubah ini. Supir ku tetap di sampingku namun kesannya dia sangat nyaman. Ini membuatku tenang. Belum usai kebingungan itu pupus, dari pintu ruang tengah nampak sahabatku mendekatiku. Tambah bingung lagi aku. Bukankah dia sakit ? Rumahnya kah ini? Namun karena dia sahabatku maka segera aku peluk hangat. Kami bicara banyak hal. Wanita cantik dihadapan kami terlupakan begitu saja. Lampu sekonyong-konyong mati. Dan kembali menyala,

“ Pak bangun bangun. Hujan sudah reda. Kita akan melanjutkan perjalanan. “ kata supirku membuatku terjaga . Aku menatap kosong kearah supirku. “ bapak lelap sekali tidurnya tadi” sambungnya
“ berapa lama saya tertidur?
“ Ya kurang lebih sejam pak”

Kami melanjutkan perjalanan ke rumah sahabatku. Ketika sampai dirumah itu, nampak suasana berkabung. “ Bapak meninggal tadi sore. “ kata keluarganya. Aku bengong.
“ Kami sudah lama menikah dan tidak punya anak. Tiga tahun lalu saya dan suami dapat amanah membesarkan anak balita dari ponakan suami yang meninggal karena kecelakaan. Jadi anak itu yatim lagi piatu. Dengan suka cita kami merawatnya. “ sambung istrinya.

Dalam perjalanan pulang , supirku bercerita bahwa dia juga merawat anak yatim. Ibu anak itu meninggal ketika melahirkan. Ayahnya pergi entah kemana. “ walau saya tidak kaya tetapi dengan hadirnya anak yatim itu ditengah tengah kami, selalu hidup kami lapang. Rezeki ada saja. “ kata supirku. Aku termenung. Tetapi aku tidak cerita pengalamanku menikmati kemewahan sesaat dimana sahabatku dan supir itu ada dalam kastil mewah. Mungkinkah ini cara Tuhan memperlihatkan kepadaku keutamaan orang orang istimewa yang melindungi anak yatim. (Bandaro EJ)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Pelajaran Kesabaran dari Seorang Jokowi

Pelajaran Kesabaran dari Seorang Jokowi

Pelajaran kesabaran dari seorang Jokowi.( Revolusi mental ).“Saya nggak apa-apa dikatakan presiden gila, presiden saraf, …