Home / Agama / Mengenal Paskah Yahudi dan Kristen
Paskah Yahudi

Mengenal Paskah Yahudi dan Kristen

PASKAH Yahudi dan Kristen. (Paskah umat Yahudi). Merayakan Paskah berarti juga mengenang Peristiwa exodus umat Yahudi dari Mesir sekitar tahun 1290 sM. Exodus menjadi kisah sangat populer karena dikaitkan juga dengan 10 tulah yang mendahului dan turunnya 10 perintah Allah. Kisah yang sungguh menakjubkan.

Exodus dari Mesir dipicu oleh adanya perubahan politik di Mesir. Beberapa suku Yahudi masuk ke Mesir dengan fasilitasi Wangsa Hyksos yang berasal dari wilayah Asia dan rupanya masih ada kaitan kekerabatan dengan suku Yahudi. Mereka dipersilahkan menempati wilayah timur Mesir dan dibiarkan hidup bebas, agak terlepas dari kontrol pusat.

Sekitar akhir abad 14 atau awal abad 13 wangsa Hyksos ditumbangkan oleh wangsa Firaun, asli Mesir.
Penguasa baru ini tidak terlalu suka dengan keberadaan suku-suku asing di pinggir wilayah timur Mesir. Sekitar tahun 1290 sM keadaan mulai genting. Penguasa baru Mesir mulai mengintegrasikan suku Yahudi kedalam sistim hukum Mesir lengkap dengan segala macam kewajiban, termasuk mengharuskan suku-suku wilaya pinggiran itu untuk ikut aktif dalam program pembangunan pemerintah Mesir sebagai pekerja paksa. Pun mulai ada pembatasan jumlah mereka.

Memburuknya situasi dan kondisi umat Yahudi, memprihatinkan seorang anggota keluarga Istana Firaun, yang masih ada hubungan kekerabaran dengan umat Yahudi. Musa dengan berani mulai memperjuangkan perbaikan nasib sukunya. Tantangan keras segera muncul.

Tantangan pertama justru muncul dari umat Israel sendiri. Tidak mudah bagi umat Israel untuk mempercayai Musa. Tidak ada jaminan apapun bahwa Musa sungguh berjuang untuk suku Israel. Hanya dengan susah payah akhirnya Musa berhasil menyakinkan umat Israel untuk berani memperjuangkan perbaikan nasibnya.

Tantangan dan tentangan keras tentu juga muncul dari penguasa Mesir. Firaun pasti tidak rela kehilangan tenaga kerja super murah. Keberanian Musa menentang penguasa berakibat pada memburuknya situasi umat Israel. Tidak heran jika umat kembali meragukan dan menentang Musa.

Setelah beberapa (10) bencana alam, barulah Firaun dengan terpaksa melepaskan umat Israel untuk pergi meninggalkan negeri Mesir. Suatu keputusan yang segera disesali! Firaun kemudian memerintahkan tentaranya untuk menangkap para pelarian itu. Syukurlah berkat kecerdikan Musa, para budak pelarian itu berhasil meloloskan diri.

Itulah kisah yang kemudian dirayakan oleh umat Yahudi sebagai Perayaan Paskah.

(Paskah umat Kristiani). Yesus sebagai umat Yahudi juga merayakan Paskah Yahudi, tetapi dengan memberi nuansa sama sekalk baru. Paskah tidak lagi mengenang peristiwa Exodus dari Mesir, tetapi lebih menekankan pada pelayanan dan ajakan pada pertobatan. Belajar dari umat Yahudi yang mudah sekali berpaling dari Allah. Umat Kristiani merayakan Paskah dengan fokus pada diri dan karya pelayanan Yesus bagi sesama manusia sampai titik darah terakhir. Umat Kristiani diajak untuk melanjutkan kerelaan untuk melayan.

Dalam rangka menumbuhkan sikap pelayanan itu, umat Katolik mempersiapkan perayaan Paskah dengan masa pantang dan puasa, disebut masa pra Paskah. Pra-Paskah dimulai pada hari Rabu Abu, tahun ini jatuh pada 14 Februari. Selama masa puasa Gereja mengajak orang untuk menyadari asal-muasa manusia dari debu dan abu dan akan kembali menjadi debu dan abu. Maka tidak ada alasan bagi manusia untuk meninggikan diri di hadapan sesamanya maupun alam.

Masa puasa memuncak dalam Trihari Suci. Kamis Putih mengenang totalitas pelayanan Yesus secara kongkrit, disimbolkan dengan mencuci kaki para murid. Ritual pencucian kaki itu di ulang dalam semua Gereja Katolik pada ibadah Kamis Putih, tak terkecuali di Roma.

Dalam ibadah pada hari Kamis Putih kemarin Paus Fransiskus memilih untuk bergabung di rumah tahanan Regina Coeli, Roma. Dalam kesempatan itu, Paus membasuh dan mencium kaki 12 narapidana dari bermacam bangsa (Italia, Filipina, Maroko, Moldavia, Columbia, Nigeria dan SierraLeone) dan pelbagai agama (8 Katolik, 2 Muslim, 1 Buddha dan 1 Kristen Ortodoks). Suatu tindakan simbolik bermakna luas dan dalam. Paus, mengajak umat Katolik untuk melayani semua umat manusia dengan tulus, tanpa pamrih, tanpa pandang bulu, demi masa depan yang lebih baik bagi setiap manusia.

Pada Jumat Agung, umat mengenang kembali kisah sengsara Yesus sampai tergantung di kayu Salib, demi cintanya pada manusia. Yesus menjadi korban kebencian dan pandangan keagamaan sempit para petinggi agama Yahudi. Meskipun semua tuduhan tidak terbukti di persidangan, toh hukuman mati tetap dijatuhkan. Yesus dihukum mati karena dianggap menghujat Allah. Tuduhan tanpa dasar.

Tetapi Cinta tetap bersemi. Yesus tetap hidup. Kemenangan cinta itulah yang dirayakan umat Kristiani dalam perayaan Minggu Paskah. Kemenangan Cintah atas kekerasan dan kebencian.

Selamat merayakan kemenangan Cinta. Salam damai selalu. Semoga selalu saling mencintai. (Winardi FI)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Islam dan Terorisme

Hubungan Agama Islam dan Terorisme

Hubungan Agama Islam dan Terorisme. Apakah Islam menjadi sumber ajaran terorisme? Ya. Buktinya sederhana, yaitu …