Home / Nasehat / Pelajaran Kesabaran dari Seorang Jokowi
Pelajaran Kesabaran dari Seorang Jokowi

Pelajaran Kesabaran dari Seorang Jokowi

Pelajaran kesabaran dari seorang Jokowi.( Revolusi mental ).“Saya nggak apa-apa dikatakan presiden gila, presiden saraf, presiden koppig, nggak apa-apa. Tapi kalau sudah menyangkut wibawa, mencatut, meminta saham 11 persen, itu yang saya tidak mau. Nggak bisa! Ini masalah kepatutan, masalah kepantasan, masalah etika, masalah moralitas, dan itu masalah wibawa negara. “ Demikian kata Jokowi disampaikan usai konferensi pers soal Pilkada Serentak di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Senin (7/12/2015). Saat itu, Jokowi ditanya soal proses sidang di MKD terakhir yang menghadirkan Ketua DPR SN, namun digelar dalam suasana tertutup. Jokowi memang marah karena ini menyangkut bukan hanya kehormatan dirinya tetapi juga kehormatan keluarganya. Sebagai ayah dia mendidik keluarganya untuk jujur dengan standar moral tinggi dan fitnah ini benar benar membuat keluarganya tersakiti.

Namun Jokowi tidak sampai membalas dengan tuduhan balik. Padahal sebagai Presiden Jokowi punya sumber informasi untuk menjatuhkan SN. Tahun pertama Jokowi berkuasa memang hujan fitnah tiada henti, bukan hanya di sosial media tetapi juga di tingkat elite Politik. Serangan kepada Jokowi dari segala penjuru mata angin. Anda bisa baca berita tahun 2015 dan juga baca blog saya bagaimana tulisan saya dalam membela Jokowi.Tetapi serangan dari pihak lain dalam bentuk ujaran kebencian dan fitnah itu tidak dihadapi dengan sikap yang sama sebagaimana pihak lain lakukan terhadap dia. Dia menghadapinya dengan diam. Tanpa berusaha meng klarifikasi fitnah itu. Karena diam adalah jawaban itu sendiri. Bahwa dia kuat diatas sikap dan pendiriannya bahwa dia bejalan di jalan Tuhan. Cukuplah Tuhan sebagai penilai dirinya.

SN memang mundur sebagai ketua Fraksi DPR Golkar karena kasus “papa minta saham” namun setelah itu dia bisa naik keposisi lebih tinggi sebagai Ketua DPR. Pada posisi ini SN bisa membuktikan bahwa dia hebat dan punya bargain dihadapan Jokowi. Kasus “papa minta saham” seakan ticket SN terbang lebih tinggi dan sekaligus menjadikannya politisi yang diperhatungkan di Indonesia, apalagi dia duduk sebagai ketua umum Golkar. Jokowi tidak merasa terancam dengan posisi SN dan tidak juga takut akan manuver politik SN. Dinamika politik disikapinya dengan biasa saja. Jokowi yakin bahwa kebenaran itu akan menemukan jalannya sendiri. Saatnya akan datang kemenangan itu asalkan bisa bersabar.

Berlalunya waktu, SN mulai masuk putaran kasus E-KTP dan terus mengarah kepada pribadinya. Berkali kali SN berdalih bahwa pemeriksaannya harus atas persetujuan Presiden. Namun Jokowi beralasan bahwa itu masalah korupsi dan itu ranah KPK. Jokowi tidak bisa intervensi. Sikap Jokowi ini menunjukan kepada publik bahwa Jokowi bersih dan tidak ada alasan kekawatiran dengan dulu drama yang diciptakan SN soal minta saham. Dua tahun setelah fitnah itu, barulah terbukti bahwa SN memang berdrama memfitnah Jokowi agar memuaskan pendukungnya dan dirinya sendiri. Apa hasilnya ? semua sahabat pendukungnya tersingkir dari Golkar dan ada yang menyeberang ke Jokowi. Sementara SN menjadi pecundang, masuk bui selama 15 tahun. Sementara elektabilitas Jokowi terus naik.

Partai oposisi yang terus menghujat dan memfitnah Jokowi terbukti kini elektabilitasnya semakin turun dan kemungkinan PAN, PKS akan gagal masuk parlemen karena dibawah ambang batas suara yang ditetapkan UU. Sebuah pelajaran mahal teramat mahal dari sosok kesabaran seorang Jokowi. ketahuilah bahwa Pengumpat atau orang yang mencela adalah orang-orang tercela dan terlaknat sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT berikut : “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela” (QS. Al-Humazah: 1) Sebagaimana firman-Nya, “Yang banyak mencela yang kian kemari menghambur fitnah” (QS. Al-Qalam: 11), yakni meremehkan dan mencela orang lain secara melampaui batas seraya menebar fitnah dan mengajak orang ikut mencela. Artinya ketika mereka mencela dan memfitnah sebetulnya mereka sedang mencela diri mereka sendiri dan “membunuh” diri mereka sendiri.

Makanya orang yang doyan mencela dan memfitnah hidupnya sempit dan auranya mengabur. Yang dicela dan di fitnah hidupnya semakin lapang dan enjoy aja pastinya. Mengapa ? karena Tuhan bersamanya. Apakah ada yang lebih hebat dari Tuhan? (Bandaro EJ)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Berpikir Terbuka

Menjadi Orang yang Berpikir Terbuka

Berpikir terbuka. ( Revolusi mental ). Semua tahu parasut. Itu alat agar orang bisa selamat …