Home / Agama / Pemeluk Agama Nafsu
Agama-Nafsu
Agama Nafsu

Pemeluk Agama Nafsu

Saya memiliki teman yang indigo, clairvoyant, pewaskita atau memiliki indera keenam. Dia memiliki seorang teman yang rajin melafal dzikir Asmaul Husna “Ya Jabbar“ (Yang Maha Kuat). Menurut kebanyakan ahli agama atau ustadz, berdzikir dengan menggunakan nama Tuhan akan mendapat pahala melimpah dan apa yang diinginkan konon akan cepat terkabul. Tapi dalam pandangan waskita teman saya, orang yang berdzikir “Ya Jabbar” ini ternyata tidak mendapatkan pahala dan energi murni Illahi atau karomah melainkan justru malah ditemani oleh sesosok bangsa jin, ashura atau raksasa yang bernama Abdul Jabbar yang berasal dari alam negatif.

Ini sesuai dengan prinsip Law of Attraction yang di pelajari team Anti Media Indonesia, sesuatu yang memiliki frekuensi dan gelombang yang sama akan menarik frekuensi dan gelombang yang sejenis. Si pezikir tadi ingin menjadi orang yang kuat agar dibilang hebat dan jagoan. Dia tidak berzikir dengan tulus, ikhlas dan niat yang murni. Gelombang pikiran yang egois, penuh nafsu, keinginan dan arogansi ini kemudian menarik frekuensi dan gelombang pikiran yang sama yang juga dimiliki oleh sesosok jin yang bernama Abdul Jabbar tadi yang merasa namanya terus menerus dipanggil oleh orang tersebut (Ya Jabbar, Ya Jabbar, Ya Jabbar…..)

Saya juga memiliki kerabat yang pernah mempelajari ilmu tasawuf / thariqah. Dia melakukan dzikir dalam jumlah ribuan kali dalam sehari. Suatu ketika dia sowan atau menghadap kepada mursyidnya (guru spiritual aliran sufi). Belum sempat berkata apa-apa dia sudah dibentak dan dimarahi oleh mursyidnya tersebut : “Kalo berzikir itu jangan pakai nafsu !! Percuma berzikir kalo masih pake nafsu….. Lebih baik tidak usah berzikir saja !! “

Inilah yang disebut agama nafsu. Pikiran kita merasa sedang melakukan kebaikan namun ternyata sesungguhnya itu adalah kejahatan yang berasal dari perangkap ego, pikiran, nafsu, keinginan dan setan. Sungguh saat ini ada banyak orang yang beragama dengan nafsu bukan dengan akal sehat, hati nurani dan bimbingan intuisi Illahi.

Banyak konflik dan kekerasan agama yang tercipta dan dilakukan oleh orang-orang yang hanya beragama dengan nafsu. Contohnya adalah Rizieq Shihab. Ada yang menganggap dia sebagai ulama, ahli agama, imam besar, guru, panutan, bahkan waliyullah segala. Tapi sungguh saya melihat dia tidak lebih dari salah satu contoh dari orang yang beragama dengan nafsu saja. Tidak mungkin saya menganggapnya sebagai ahli agama, ulama atau bahkan guru dan imam besar. Begitu juga dengan aliran2 radikal lain semacam ISIS, Al Qaedah, Boko Haram, Thaliban, Jamaah Islamiyyah dan sebagainya. Mereka merasa sedang melakukan kebaikan menuju sorga tapi hakikatnya yang mereka lakukan adalah kejahatan yang menuju neraka.

Mengadaptasi perkataan dari guru sufi di atas mungkin juga bisa dikatakan : “Jangan beragama dengan nafsu. Percuma beragama kalo masih pake nafsu. Daripada beragama dengan nafsu…… lebih baik tidak usah beragama saja !!”

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Islam dan Terorisme

Hubungan Agama Islam dan Terorisme

Hubungan Agama Islam dan Terorisme. Apakah Islam menjadi sumber ajaran terorisme? Ya. Buktinya sederhana, yaitu …