Home / Politik / Politik Pembacaan Puisi Sukmawati
Puisi Sukmawati

Politik Pembacaan Puisi Sukmawati

Puisi Sukmawati. ( politik ). Andaikan yang bacakan puisi bukan ibu Sukmawati tentu tidak akan jadi keributan bagi mereka yang baper soal agama. Andaikan ibu Sukmawati bukan putra Soekarno, yang ayahnya pernah menghukum mati Kartosuwiryo dan memerintahkan menumpas PRRI, tentu tidak akan dibahas puisinya. Andaikan PDIP bukan partai pemenang pemilu 2014 dan Jokowi terpilih presiden, tentu adik Megawati itu tidak akan diperhitungkan oleh orang ramai. Andaikan Sukmawati bukan pelapor pencemaran nama baik ayah nya terhadap mereka yang melecehkan Pancasila tentu puisi nya hanya akan jadi angin lalu. Itulah Sukmawati dan kini dia menerima badai dari orang orang yang sedari awal menanti saatnya membalas.

Jadi sikap umat Islam yang sebagian tersinggung atas puisi Sukmawati dapat dimaklumi namun tidak bisa dipungkiri bahwa sikap itu bagian dari gerakan politik kekuatan Islam yang oposan terhadap PDIP, khususnya menjelang Pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019. Agendanya jelas bahwa PDIP itu Anti umat Islam. Sikap di sosial media di frame seperti itu agar publik yang tak suka PDIP semakin benci dengan partai politik itu. Dan … tentu ini berujung kepada Jokowi yang diusung oleh PDIP. Nampaknya kejadian Ahok akan diulang dengan hujanan aksi protes dari pendukung gerakan politik Islam. Saya harap pendukung Jokowi jangan terpancing memanaskan suasana. Karena bagaimanapun PDIP dan Jokowi tidak ada kaitannya dengan keluarga Soekarno walau Megawati putri Bung Karno.

Kita harus menjadi bijak dalam melihat persoalan politik dengan secara lebih jernih. Bagaimanapun sikap yang ditunjukkan oleh Sukmawati memang tidak elok saat membenturkan agama dan budaya dalam satu frame puisi. Seharusnya siapapun kita harus menyadari bahwa kita perlu agama untuk mengindahkan budaya kita, dan kita butuh budaya untuk meningkatkan nilai kemanusiaan kita agar memberi jalan terang mencapai kesempurnaan agama. Dan alangkah baiknya secara budaya dan terlebih lagi agama bila ibu Sukmawati minta maaf dan umat Islam memberi maaf. Bukankah sesama muslim itu bersaudara untuk saling mengerti dan memaafkan. (Bandaro EJ)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa. Hal yang sulit dipahami adalah tidak pernah kubu oposisi memberikan …