Home / Politik / Prabowo Subianto Kehilangan Peluang?
Prabowo Subianto Kehilangan Peluang

Prabowo Subianto Kehilangan Peluang?

Prabowo Subianto Kehilangan Peluang? PAN mengundang Gatot Nurmantyo untuk membahas PEMILU dan arahnya PAN mengarahkan Gatot Nurmantyo sebagai Carpres. Karena itu PAN berharap PKS bergabung dalam poros ketiga. Kalau sampai PKS bergabung dengan poros ketiga yang rencananya akan bergabung juga PKB maka PS benar benar kehilangan peluang untuk jadi Capres. Karena tidak cukup suara untuk lolos sebagai Capres. Lantas dimana Posisi Partai Demokrat dan Gerindra akan berlabuh?

Kalau kita bicara berita, sampai kini Susilo Bambang Yudhoyono belum bersikap jelas kemana dia akan berdiri. Prabowo Subianto sendiri walau Gerindra telah memintanya sebagai Capres namun Prabowo Subianto belum bersikap. Yang jelas PAN , PKS engga mungkin bisa bersatu karena masing masing ingin dapat posisi wapres. PAN, PKS mungkin bergabung dengan PD tapi engga mungkin kebagian posisi wapres. SBY sudah punya calon sendiri.

Sementara PKS sampai kini punya syarat mutlak agar kadernya sebagai Wapres bila berkoalisi dengan Gerindra. Namun keliatannya Gerindra tidak mendapatkan keuntungan berkoalisi dengan PKS. Semua cawapres dari PKS elektabilitasnya dua koma. Tentu Gerindra akan memilih Cawapres yang elektabilitas tinggi. Andaikan PS jadi king maker dengan menjadikan GN sebagai capres tentu pasangannya harus yang punya elektablitas tinggi kalau engga akan mudah kalah lawan Jokowi. Dan lagi apapun pasangan GN , tidak akan membuat sponsor dana tertarik bila fakta elektabilitas Jokowi sudah diatas 60%.

Keliatannya baik dari Gerindra dan PD sedang berupaya membangun bargain agar dilirik oleh koalisi Jokowi. Kalau sampai dilirik maka deal politik terjadi. Selagi deal itu menguntungkan mereka maka mereka akan bergabung dengan koalisi Jokowi. Kalau tidak ada deal maka keliatannya SBY akan jadi king maker. Maklum SBY punya resource untuk logistik. Kalau ini sampai terjadi maka PAN, PKS, GERINDRA, PKB akan bergabung walau tidak kebagian jatah wapres. Yang penting bukan Jokowi. Yang penting ganti presiden. Benar benar politik personal bukan lagi politik negarawan. Itulah politik bangsa ini. Belum dewasa. (Bandaro EJ)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa. Hal yang sulit dipahami adalah tidak pernah kubu oposisi memberikan …