Home / Sosial / Problem Solver or Just A Problem?
Problem Solver

Problem Solver or Just A Problem?

Problem Solver or Just A Problem? Ketika melakukan why-why analysis untuk mencari akar masalah, kita akan menemukan banyak hal yang bisa kita tuding sebagai akar. Pertanyaan pentingnya adalah, apakah hal-hal yang kita temukan itu mengantarkan kita pada solusi?

Saat kita temukan akar masalah, kita akan mencari alternatif solusi. Dari berbagai pilihan yang ada kita akan memilih mana yang bisa dieksekusi. Sering orang melakukan analisa, merumuskan solusi, tapi rumusannya tidak bisa dieksekusi. Sebabnya, karena berbagai keterbatasan wewenang, dana, fasilitas, dan sebagainya. Akhirnya orang terduduk lemas, berhadapan dengan kenyataan bahwa masalah tidak bisa diselesaikan.

Benarkah? Sering kali kita kurang tajam saja. Sejak awal kita tidak mencari solusi, tapi mencari pihak untuk disalahkan. Fokus perhatian kita sejak awal bukan mencari apa yang salah, tapi siapa yang salah. Solusinya, salahkan dia.

Kita juga menghindar dari menunjuk diri kita sebagai akar masalah. Kita tidak mau disalahkan. Tidak hanya itu, kita tidak ingin mengambil beban untuk melakukan tindakan korektif. Maka kita memilih sebab-sebab yang solusinya tidak mengarah pada kita.

Yang harus terjadi adalah hal sebaliknya. Fokuslah mencari sebab-sebab yang terkait dengan kita. Tentu saja tanpa mengabaikan sebab di pihak lain. Kenapa harus fokus pada diri kita? Karena kita paling berkuasa untuk melakukan perubahan di situ.

Sering kita mengatakan “tidak ada yang bisa saya lakukan”, karena kita memang tidak ingin melakukan, atau karena kita tidak tajam mencarinya. Kita berharap pihak lain yang menyelesaikan masalah.

We are not problem solver. We are just problem. (Abdurakhman H)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Tirani Konsumerisme

Kebebasan Radikal vs Tirani-Tirani Bagian 2

Spiritualitas Kebebasan Radikal vs Tirani-tirani (2). Tirani Konsumerisme. Selamat malam semua, sesuai dengan janji saya …