Home / Internasional / Proyek Obor di Indonesia
Proyek OBOR di Indonesia

Proyek Obor di Indonesia

Proyek OBOR di Indonesia. ( Bisnis). Jembatan Selat Malaka adalah jembatan yang akan menghubungkan Telok Gong, dekat Masjid Tanah, negara Malaka di Semenanjung Malaysia, Malaysia ke Pulau Rupat dan Dumai di Pulau Sumatera, Indonesia. Proyek ini bila disetujui pemerintah, diharapkan dalam 10 tahun selesai. Setelah selesai, jembatan yang panjangnya 48 km akan menjadi jembatan laut terpanjang ldi dunia. Proyek ini akan memiliki dua jembatan kabel tetap dan satu jembatan gantung, baik yang terpanjang di dunia. Selat Malaka menghubungkan Samudra Pasifik (timur) dengan Samudera Hindia (sebelah barat). Proyek ini digagas Malaysia sejak tahun 2010. Namun tahun 2013 SBY dengan tegas menolak proyek ini. Dan SBY lebih focus dengan jembatan Selat Sunda yang ahirnya dibatalkan Jokowi.

Di Malaka sekarang sedang dibangun pelabuhan dan pusat logistik terbesar di ASia Tenggara, disebut Melaka Gateway. Ini akan menjadi kawasan terpadu sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, kawasan ekonomi khusus, pelabuhan serta kota baru zero karbon. Proyek ambisius ini bernilai RM43 miliar atau sekitar Rp 134,2 triliun. Semua pendanaan berasal dari China. Ini bagian dari rangkaian proyek OBOR yang menghubungkan China ( Guangxie ), vietnam, Thailand , Malasyia, Singapore. Saat ini jalur logistik via darat ( jalan dan kereta ) sudah terkoneksi. Apabila jembatan malaka dibangun maka seluruh ASEAN terkoneksi dengan China. Maka suka tidak suka China akan leading di Asia Timur dan ME ASEAN semakin terkoneksi bukan hanya dari segi kesepakatan tetapi juga secara phisik sudah menyatu.

Waktu pertemuan APEC di Beijing , pihak China sudah menagih kepada Jokowi agar jembatan Malaka dibangun. Tetapi Jokowi secara diplomasi menjawab bahwa dia akan izinkan asalkan Sumatera dan Jawa sudah terkoneksi oleh jalan tol , Kereta dan Tol laut. Tanpa itu, tidak mungkin indonesia akan menyetujui proyek jembatan Malaka. Mengapa ? karena Jokowi tidak ingin menjadikan Sumatera hanya jadi penonton dari koneksitas China dan ASEAN. Karenanya CHina berkomitment memberikan bantuan dana sebesar USD 42 miliar kepada Indonesia untuk membangun proyek infrastrukut di Sumatera. Tetapi sampai sekarang dana bantuan itu tidak juga cair. Mungkin China mensyaratkan bantuan itu dikaitkan dengan izin jembatan malaka ( Proyek OBOR ). Tetapi jokowi bergeming. Sementara Jokowi terus bangun jalan toll di Sumatera tanpa dana dari China. Dan izin Jembatan Malaka tetap belum dikeluarkan.

Saya katakan kepada teman di China, Jokowi tidak takut bersaing tetapi harus fair. Kalau infrastruktur ekonomi Sumatera belum selesai dibangun , yakinlah tidak akan ada proyek OBOR dapat di realisasikan. Indonesia bukan bangladesh, bukan mesir bukan afrika. Kami terlalu besar untuk didikte apalagi presiden nya Jokowi. Anda buang waktu negosiasi atau bargain dihadapan seorang Jokowi apalagi menyangkut kepentingan nasional, itu tidak bisa ditawar. Ubahlah persepsi anda terhadap Indonesia maka semua akan bisa dibicarakan. (Bandaro EJ)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Solusi Palestina

Opsi Solusi Palestina atas Konflik dengan Israel

Solusi Palestina. Secara umum, ada dua jenis opsi yang ditawarkan para pemikir dan pengkaji Timteng …