Home / Sosial / Spiritualitas Kebebasan Radikal vs Tirani-Tirani
Spiritualitas Kebebasan Radikal vs Tirani-Tirani

Spiritualitas Kebebasan Radikal vs Tirani-Tirani

Spiritualitas Kebebasan Radikal vs Tirani-Tirani (1). Pendahuluan. Bro n Sis, saya bikin tulisan panjang, jadi di bagi dalam beberapa kali posting.

Mengapa tidak dalam sekali posting? Alasan pertama dan utama adalah demi kenyamanan dan diharapkan ada diskusi serta masukan bermanfaat untuk kita semua dalam rangka mengatasi tirani yang membelenggu kita semua.

Pada bagian pertama rangkaian tulisan ini, Saya menggugat mengenai produktifitas dan kerja, tirani produktifitas dan kerja keras. Sebagian besar umat manusia sejak revolusi industri dijajah oleh kerja demi produktif, dalam arti menghasilkan barang dan jasa. Sesuatu yang secara umum diterima begitu saja.

Kemudian saya mengulas mengenai tirani konsumerisme sebagai akibat dari tingginya produktifitas. Tirani atau belenggu ini semakin memperburuk keadaan, karena setelah kerja keras sebagian cukup besar orang justru semakin miskin, dalam arti semakin jauh dari kemampuan untuk memanfaatkan produk yang dihasilkan. Bahkan kehilangan alam dengan segala sesuatunya yang secara tradisional menjadi supporter utama seluruh hidup.

Tirani ke 3 adalah Imperium Americanum yang menjadi sumber kegelisahan dunia dengan globalisasinya. Saat ini globalisasi tak lebih usaha penjagaan kepentingan Imperium Americanum.

Terakhir dark seri tulisan ini, mengulas tanda2 keruntuhan Imperium Americanum (Amerika).

Untuk semua tulisan tersebut, saya ucapkan terima kasih kepada rekan2 yang sudah ikut bersusah payah mengkoreksi juga menyediakan data yang saya butuhkan. Terimakasih tak terhingga juga untuk rekan2 semua yang telah sudi membaca dan berdiskusi demi NKRI.

Tirani-Tirani

Tirani produktifitas dan kerja

Atas nama produktifitas

Dengan produktivitas di sini dimaksud dengan menghasilkan barang atau jasa. Sejak kapitalisme menjadi tren, setiap individu didorong untuk meningkatkan produktivitasnya semaksimal mungkin. Manusia dibuai dengan iming-iming “Bila mau kaya, harus propduktif, harus kerja keras!!!” Dengan menghasilkan banyak barang material, diandaikan banyak uang didapat, sebagai hasil. Iming-iming menjerumuskan, berdasarkan logika gak jelas. Dan realitas membuktikan bahwa kerja keras tidak sejajar dengan kesejahteraan individu. Setiap hari dengan mudah bisa ditemukan orang-orang yang bekerja keras dengan produktivitas tinggi, toh hidup jauh dari kenyamanan, bahkan hidup dalam kekurangan didalam dunia indrustri ini.

Produktifitas mengarah ke industrialisasi

Pada kenyataannya produktivitas akhirnya hanya dikaitkan dengan materi saja. Untuk meningkatkan produksi maka harus mengembangkan mesin-mesin produksi. Demikian nafsu untuk produktif membawa negara2 timur untuk berlomba dalam meningkatkan dan mengembangkan industri dengan mesin. Industrialisasi bukan sekerdar menghasilkan barang dan jasa, tetapi juga membawa nilai2 barat juga. Maka berlomba dalam industrialisasi artinya berlomba menjadi semakin Barat dalam segala hal. Hampir seluruh budaya barat pun menghantam budaya timur. Nilai-nilai timur semakin pudar, sementara nilai-nilai barat pun dirasa kurang pas. Jadilah kegamangan, hidup tanpa tanpa tata nilai yang kokoh. Individu2 kehilangan jati diri sejati, tercabut dari akar budayanya.

Tulisan Lanjutan = Tirani Konsumerisme

Semoga bermanfaat. Selamat malam. Damai selalu. (Winardi FI)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Tirani Konsumerisme

Kebebasan Radikal vs Tirani-Tirani Bagian 2

Spiritualitas Kebebasan Radikal vs Tirani-tirani (2). Tirani Konsumerisme. Selamat malam semua, sesuai dengan janji saya …