Home / Politik / Tentang Partai Oposisi Islam di Indonesia
Prabowo Subianto sebagai Pensiunan TNI yang Mampu Menumpangi Partai Oposisi Islam Indonesia

Tentang Partai Oposisi Islam di Indonesia

Partai oposisi islam. Kemerdekaan Indonesia dirintis oleh tiga golongan kaum terpelajar. Satu Islam. Kedua, komunis. Ketiga nasionalis. Islam maupun komunis punya orientasi kepada internationalisasi yang pasti bertolak belakang dengan nasionalisme. Hebatnya ketiga golongan ini lahir dari pengaruh perkembangan dunia menentang imperialisme. Dan satu sama lain rasanya sulit dipersatukan. Karena masing masing dengan agenda yang berbeda. Itu sebabnya ketika menyusun konsep negara yang akan didirikan, panitia BPUPKI bersidang dengan sangat keras menyatukan persepsi. Golongan agama Islam ngotot agar negara yang akan didirikan sesuai dengan syariat islam. Kelompok komunis juga ingin negara beraliran komunis. Sementara kelompok nasionalisme menolak kedua golongan itu.

Belum lagi soal etnis, utusan Kalimantan mempertanyakan apa kepentingan kami harus bersatu dengan orang jawa? Utusan aceh pun bertanya mengapa kami harus bersatu dengan orang jawa? kami aman aman saja tanpa adanya Indonesia. Belum lagi masing masing daerah meragukan negara yang akan didirikan nanti hanyalah kepanjangan tangan dari kolonialisme atas nama negara. Itu memang tidak mudah. Rapat meraton itu tidak menemukan kata satu. Sampai akhirnya Soekarno dengan suara lirih berkata kepada semua hadirin ” Jika benar semua ini harus diselesaikan lebih dahulu, sampai rumit, maka saya tidak akan mengalami indonesia merdeka, tuan-tuan tidak akan mengalami indonesia merdeka, dan kita semua tidak akan mengalami Indonesia merdeka sampai keliang kubur ” semua terdiam. Bayang bayang perpecahan ada di pelupuk mata.

Soekarno dengan sabar melewati rapat itu dan merenungkan semua ide para peserta rapat. Sampailah pada kesimpulan yang luar biasa bahwa negara yang akan didirikan bukan negara agama, bukan komunisme, juga bukan nasionalisme. Tetapi palsafahnya adalah Pancasila. Semua peserta rapat BPUPKI bisa menerima phalsafah negara itu. Bagaimana bentuk konkritnya ditentukan dalam UUD, yang ketika ditentukan UUD 45 yang masih bersifat sementara. Nanti setelah keadaan Indonesia normal maka pemilu akan diadakan untuk menentukan detail negara berdasarkan Pancasila itu. Dalam perjalanan kemerdekaan golongan komunis memberontak, golongan Islam juga memberontak. Selalu bisa di patahkan oleh kelompok nasionalis yang di back up oleh militer. Sampai kini yang memegang kendali NKRI adalah kelompok nasionalis sekular yang selalu bersama TNI.

Dari dulu gerakan oposisi dari golongan Islam selalu ingin menarik TNI dalam barisan perjuangannya namun TNI tidak pernah bisa menerimanya. Mengapa? Karena dokrin politik TNI memang sekular bukan agama. Dan Pancasila adalah tempat nyaman bagi TNI. Itu tidak akan berubah. Walau begitu politisi TNI selalu menggunakan kekuatan Islam untuk berkuasa. Tetapi setelah itu TNI kembali ke chemistry nya yaitu Pancasila. Jadi kalau PS menggunakan PAN dan PKS untuk berkuasa itu memang strategi TNI dari dulu. SBY juga menggunakan hal yang sama. Dan kini GN juga meniru. Maklum baik PS , SBY, GN punya pendidikan dan dokrin yang sama. Itu sebabnya Jokowi berusaha menarik golongan Islam dalam koalisi. Dalam Politik kemenangan itu tercapai karena kemampuan menarik koalisi. Menarik lawan jadi kawan. Akan selalu begitu. (Bandaro EJ)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Prabowo Subianto Kehilangan Peluang

Prabowo Subianto Kehilangan Peluang?

Prabowo Subianto Kehilangan Peluang? PAN mengundang Gatot Nurmantyo untuk membahas PEMILU dan arahnya PAN mengarahkan …