Home / Politik / Tetap Jadi Kecebong atau Kecepret?
Tetap Jadi Kecebong atau Kecepret

Tetap Jadi Kecebong atau Kecepret?

TETAP JADI KECEBONG ATAU KECEPRET? Pendaftaran Capres-Cawapres untuk Pilpres 2019 tinggal 4 bulan lagi (Agustus). Itupun tidak maksimal karena 2 bulan diantaranya kita sudah disibukkan oleh kegiatan Ramadhan dan Idul Fitri yang dianggap jauh lebih penting daripada soal pulitik. Para politisipun juga akan sibuk puasa, melaksanakan ibadah, shalat tarawih, mudik dan cuti lebaran sehingga lobby-lobby politik tidak akan berjalan efektif di masa-masa tersebut. Itulah sebabnya di hari-hari ini kita mendengar banyak berita tentang kesibukan para elit politik bernegosiasi mencari dan menentukan siapa Capres-Cawapres yang bakal mereka usung.

Jokowi dan Prabowo masih menempati posisi tertinggi untuk Capres dalam berbagai polling. Calon yang lain seperti Gatot, AHY, TGB, Anies pollingnya masih rendah dan sepertinya tidak mungkin akan bisa menyaingi Jokowi. Tapi masih banyak pihak yang meragukan bahwa Prabowo akan maju lagi sebagai Capres. Selain karena biaya politik yang tinggi dan sekarang Prabowo dan Gerindra lagi bokek, para konglomeratpun sekarang sudah tidak seberani dulu lagi untuk bertaruh demi jagoannya.

Terdengar rumor bahwa pihak istana menawarkan posisi Cawapres kepada Prabowo melalui Jendral Luhut dengan alasan untuk menjaga kesatuan bangsa dan mencegah situasi panas dan terbelah seperti yang terjadi pada Pilpres 2014 lalu. Saya rasa kubu Prabowo tentu akan mempertimbangkan tawaran ini (jika memang benar ada) dengan cukup serius mengingat hal tersebut juga akan menghemat banyak biaya politik dan logistik kampanye sekaligus tawaran ini juga bagaikan mendapat “durian runtuh” daripada tidak mendapat apa-apa.

Jika ya maka pasti PKS akan ditinggalkan dan mungkin akan berusaha membentuk poros baru bersama Demokrat, PAN atau PKB. Tapi inipun juga susah mengingat semua pihak punya ambisi sendiri untuk menjadi Capres ataupun Cawapres seperti AHY, Aher, Cak Imin ataupun kader PAN. Ada 3 tokoh lagi yang berambisi jadi Capres yaitu Gatot, Anies dan Aher. Tapi sayangnya Gatot dan Anies tak memiliki partai yang tentunya akan menyulitkannya untuk maju. TGB yang termasuk kader Demokrat tentunya juga pasti akan kalah oleh kehendak Ketua Umum yang pasti akan mengajukan anaknya, AHY.

Jika demikian maka Jokowi-Prabowo akan melawan kotak kosong dan mungkin Jokowi akan berhasil mengulang kemenangannya di periode kedua walikota Solo dengan raihan suara di atas 90%. Emejing!! Tapi tentu harus segera disiapkan Perppu terlebih dahulu yang memungkinkan Pilpres bisa diikuti oleh hanya satu pasangan.

Wacana Jokowi-Prabowo ini tentu sudah dipikirkan masak-masak oleh para elit dan petinggi partai. Saya rasa pendukung Jokowipun tidak akan keberatan jika hal ini dilakukan untuk menjaga keutuhan bangsa. Sekejam-kejamnya Prabowo dia masih punya jiwa nasionalis dan cinta tanah air sehingga tidak mungkin dia akan menghancurkan negeri ini. Lagipula sekarang ada KPK dan sistem yang lebih transparan yang akan bisa mengontrolnya dari melakukan berbagai pelanggaran sebagaimana yang dahulu dilakukan oleh rezim mantan mertua (Soeharto).

Tapi saya yakin barisan pendukung Jokowi tidak akan rela jika Prabowo ikut membawa masuk gerbong radikal ke dalam kubu pemerintahan. Sudah terlalu sakit rasanya melihat hoax, fitnah dan kebencian yang mereka tebarkan kepada Jokowi dan seluruh keluarganya. Sudah terbukti kelompok militan dan radikal bisa menghancurkan negerinya sendiri seperti di Irak dan Suriah demi mewujudkan mimpi, ilusi dan utopia akan Khilafah-isme. Melihat cara berkampanye dan propaganda mereka selama ini maka akan sangat bahaya bagi Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika jika mereka diberi kesempatan untuk ikut menguasai negeri ini.

Minggu-minggu ini akan menjadi waktu yang sibuk bagi para politisi pusat. Mereka sudah dikejar deadline agar bisa segera memutuskan siapa Capres ataupun Cawapres yang akan mereka usung. Politik itu sangat cair, dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu dalam hitungan hari atau bahkan jam dan menit. Tidak ada yang tidak mungkin dalam politik. Jokowi dan PKS pernah menjadi mesra sebelum akhirnya menjadi musuh. Ahok dan Gerindra pernah mesra sebelum akhirnya berseberangan. PDIP dan Gerindra pernah bersekutu sebelum menjadi oposisi. Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi dalam dunia politik.

Dan jika pada akhirnya benar yang muncul ke permukaan adalah pasangan Jokowi-Prabowo maka saya harap para Cebong bisa legowo, menerima dan bahagia dengan keputusan politik ini. Beban sejarah Prabowo di masa lalu bisa dilupakan dan dimaafkan demi rekonsiliasi dan kepentingan bangsa yang lebih besar. Karena jika polaritas dan rivalitas ini terus dipelihara maka tidak menutup kemungkinan situasi ini akan bisa dimanfaatkan oleh pihak ketiga atau bahkan pihak asing untuk mengacak-acak negeri ini atau bahkan mengadu dombanya demi mengincar sumber daya alam kita sebagaimana yang sudah terjadi di Irak dan Suriah. Di tengah masyarakat kita yang masih bodoh dan terbelakang maka sentimen SARA dan provokasi agama masih bisa dimainkan sebagai senjata yang ampuh.

Jika skenario fantasi ini benar-benar terjadi maka Cebong dan Kampret akan baekan dan jadi kakak-adek, Cieeee…….Cieeeee…… Akan muncullah spesies baru berjudul Kecepret yang adalah hybrid dan hasil persilangan antara Kecebong-Kampret. Tapi hanya Kampret pendukung Wowo yang non radikal saja yang mungkin akan bisa punya chemistry dengan Cebong. Toh semua akan kecebong pada waktunya. Tapi kampret pendukung Bibib tentu akan tetap setia dan bertahan menjadi kampret abadi hingga hari kiamat.

Demi maha raja cebong tentu kami para cebong gaul dan pasukan kecebong garis keras akan siap, legowo dan bisa menerima instruksi dari para pemuka dan pimpinan cebong pusat, terutama jika memang keputusan itu diambil oleh sang maha raja cebong sendiri. Kita mah apa atuh, hanya cebong yang berusaha berbakti demi nusa bangsa. Dan demi tujuan itu kitapun harus bisa berkorban perasaan dan terpaksa melupakan asyiknya nostalgia dan serunya debat dan pertempuran dengan barisan kampret sebagaimana dulu lagi.

Entah kelak apapun yang terjadi (yang mana sekarang para elit pusat sedang sibuk kasak-kusuk di belakang layar tanpa diketahui oleh para cebong dan kampret yang ada di bawah ini), kami barisan pendukung JKW akan siap mengawal Pak Dhe hingga masa jabatan duwa periyode lagi. Siapapun yang jadi wakil JKW, entah itu Cak Imin, Cak Lontong, Susi Pujiastuti, Syahrini, Romy PPP, Rhoma, om Wowo atau bahkan Wewe sekalipun kami akan siap dan tetap mendukung JKW…..

Salam Kecebong Super

#2019 Ogah Ganti Presiden
#JKW4rajaKCB

(Zazuli M)

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa

Oposisi Tidak Menjanjikan Apa Apa. Hal yang sulit dipahami adalah tidak pernah kubu oposisi memberikan …