Home / Denny Siregar / Tuhan Dalam Setiap Seruputan
TUHAN DALAM SETIAP SERUPUTAN..

Tuhan Dalam Setiap Seruputan

“Jadi ibadah itu bukan kewajiban, bang ??”

Tanya seorang teman ketika aku menjabarkan tingkat-tingkat pemahaman manusia terhadap konsep ibadah.

Aku ketawa. “Sebenarnya bukan. Tepatnya ibadah itu adalah kebutuhan..”

Sampai sini dia heran. Bagaimana ibadah yang jelas-jelas diperintahkan malah bukan menjadi kewajiban. Lalu jika bukan wajib, untuk apa diperintahkan ??

Aku paham dengan keheranannya. Dan mulai menjelaskan dengan perlahan.

“Kita sepakat bahwa Tuhan adalah sumber atau inti dari segala kebaikan, bukan ? Nah sebagai sumber, Tuhan punya medan magnet yang luar biasa. Itulah kenapa ketika manusia beribadah, sejatinya manusia itu sedang berada dalam medan magnet kebaikan itu.

Medan magnet itu melindungi manusia dari maksiat. Semakin dekat kita pada intinya, maka semakin kuat daya tariknya, sehingga kita juga tidak akan terlepas dari segala hal yang bersifat kebaikan.

Tetapi ketika kita menjauh dari intinya, maka daya tarik itu semakin melemah. Dan ketika kita keluar dari magnet kebaikan itu, maka goyanglah kita. Lama-lama kita terseret pada maksiat dan kejahatan.

Jadi maksiat dan kejahatan sejatinya adalah nafsu manusia yang menguasai dirinya karena ia meniadakanNya..”

Ah, dia mulai mengerti dan menyeruput kopinya.

“Lalu kenapa manusia diperintahkan untuk beribadah ?”

Aku menjawab, “Karena manusia belum mengerti, maka kalimat perintah dengan bahasa wajib adalah kalimat yang harus disampaikan. Tanpa diawali perintah, manusia cenderung lalai. Diperintah aja sulitnya bukan kepalang, karena manusia itu membangun benteng dirinya dengan kesombongan..

Dan pada level manusia memahami itu semua, maka ia menjadikan ibadah sebagai kebutuhan, bahkan pada tingkat tertinggi sebagai kenikmatan. Tidak ada lagi yang wajib, karena wajib itu hanya diperuntukkan bagi mereka yang masih belajar ibadah di sekolah dasar..”

Temanku ketawa. Tidak susah ternyata memahami ini ketika baju kesombongan kita lepaskan. Pada akhirnya kita mengerti bahwa tanpaNya, tanpa petunjukNya, kita ini tidak pernah menjadi manusia.

Kta sebenarnya adalah binatang, yang dianugerahi akal..”

About Anti Media

Kami mencoba membebaskan pikiran Anda. Tapi kami hanya menunjukkan pintunya. Anda sendiri yang harus berjalan melaluinya.

Check Also

kota misteri

Jakarta Kota Misteri

Sejak ditinggalkan Ahok, Jakarta mendadak menjadi kota misteri.. Misteri berawal dari Balaikota yang dulunya sangat …